Berita

Jurubicara Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Aila Karyus/Net

Kesehatan

Lima Orang Keluarga Mahasiswa Positif Covid-19 Dari Klaster Pendemo

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 19:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tracing terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dari klaster pendemo penolakan omnibus law berinisial HK (20), ditemukan lima orang keluarga dekat dinyatakan positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan Jurubicara Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Aila Karyus melalui sambungan telepon, Senin (26/10).

Aila mengatakan, setelah mendapati informasi salah satu mahasiswa asal Kecamatan Negeri Katon yang positif Covid-19, pihaknya langsung melakukan pemantauan kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien.


"Setelah dilakukan pemantauan, didapati lima orang keluarga HK yang dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes swab, dan ke lima orang ini, orang tanpa gejala (OTG)," ungkap Aila seperti diberitakan Kantor Berita RMOLLampung.

Hingga kini, satu keluarga yang positif Covid-19 tersebut dalam keadaan membaik dan sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah.

"Kita juga sudah meminta kepada puskesmas, satgas kecamatan dan juga desa untuk melakukan pemantauan serta membantu segala kebutuhan keluarga tersebut. Kami juga selalu mengecek kondisinya melalui sambungan telepon," jelasnya.

Selain melakukan pemantauan, ia juga meminta kepada pihak puskesmas, kecamatan dan juga desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar tempat tinggal pasien agar selalu mendukung dan tidak mengucilkan.

"Kita sudah sering menyosialisasikan hal tersebut agar tidak ada kejadian pengucilan terhadap warga yang positif, karena hal itu berdampak pada kesehatan pasien," pungkasnya.

Sebelumnya, satu mahasiswa asal Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, yang mengikuti aksi demo tolak UUD Cipta Kerja, terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Kesuma Dewangsa mengatakan, pada tanggal 7 Oktober HK (20) mengikuti demo yang dilakukan di Bandarlampung selama dua hari.

"Pada tanggal 10 Oktober HK merasakan penciumannya dan indera perasanya berkurang 50% dan juga mengalami batuk pilek, menurutnya ada sekitar 10 sampai dengan 15 pendemo yang mengalami gejala yang sama dengan dirinya, namun mereka beralamatkan di Bandarlampung," jelasnya, Jumat (23/10).

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya