Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al Habsyi/Net

Presisi

Aboe Bakar: Saya Apresiasi Instruksi Kapolri Hukum Mati Oknum Yang 'Bermain' Narkoba

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 00:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tindakan tegas kepada oknum polisi berinisial Kompol IZ, perwira polisi yang terlibat kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 16 kilogram harus ditegakkan sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis.

Dalam instruksinya, Kapolri Jenderal Idham Azis secara tegas meminta oknum kepolisian yang telibat dalam kasus narkoba dihukum mati.

"Saya mengapresiasi instruksi dari Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis agar penyidik menjerat oknum anggota Polri yang terlibat kasus tindak pidana narkoba dengan hukuman mati," kata anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al Habsyi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10).


Menurutnya, instruksi Kapolri tersebut merupakan bagian dan komitmen Polri dalam memberantas seluruh peredaran narkotika di Indonesia. Tindakan tegas penting, terlebih menyangkut peredaran narkoba di tengah penegak hukum.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, seorang anggota polisi jelas mengucap sumpah saat akan menjalankan tugas sebagai anggota. Dalam sumpahnya tersebut, kata dia, anggota berjanji akan setia kepada NKRI dan menjunjung tinggi hukum.

Oleh karenanya, jelas Aboe Bakar, jika ada oknum yang terlibat dalam peredaran narkoba, mereka telah melanggar sumpahnya. Padahal, oknum tersebut seharusnya memagari agar wilayah NKRI ini bebas dari narkoba.

"Karenanya jika ada oknum bermain dalam peredaran narkoba, artinya mereka pagar makan tanaman. Oknum seperti ini mengkhinati kepercayaan yang telah diberikan oleh bangsa dan negara," tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya