Berita

Lantai kelas yang dipenuhi darah setelah serangan oleh sekelompok orang misterius/Net

Dunia

Sekelompok Orang Serang Sekolah Di Kamerun, Tembaki Para Siswa Tanpa Pandang Bulu

MINGGU, 25 OKTOBER 2020 | 10:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah sekolah dengan melepaskan tembakan tanpa pandang bulu di Kamerun. Setidaknya enam siswa meninggal dunia dan delapan lainnya terluka.

Insiden tersebut terjadi sebuah sekolah di kota Kumba, barat daya Kamerun pada Sabtu (24/10) sekitar tengah hari waktu setempat.

Dilaporkan Reuters, para penyerang datang menggunakan sepeda motor dengan pakaian biasa. Mereka melepaskan tembakan.


Beberapa anak terluka saat melompat dari jendela lantai dua karena ketakutan.

"Mereka menemukan anak-anak di kelas dan menembaki mereka," ujar seorang sumber bernama Ali Anougou.

Seorang ibu siswa, Isabel Dione, yang mendengar kabar itu langsung lari ke sekolah mencari putrinya yang berusia 12 tahun. Ketika tiba, ia menemukan putrinya tidak berdaya di lantai kelas, mengeluarkan darah dari perut.

"Dia tidak berdaya dan mengatakan 'mama tolong bantu saya', dan saya hanya bisa mengatakan Tuhan yang dapat menyelamatkanmu," kisah Dione.

Saat ini, putri Dione mendapatkan perawatan luka tembak di rumah sakit.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat orang-orang dewas bergegas dari sekolah membawa anak-anak dalam pelukan mereka.

Pejabat pendidikan lokal Ahhim Abanaw Obase mengonfirmasi enam kematian anak-anak berusia antara 12 dan 14 tahun, dan menambahkan bahwa delapan lainnya telah dibawa ke rumah sakit.

Pejabat kota sendiri menyalahkan kelompok separatis atas serangan itu. Namun belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut.

Di sisi lain, pemimpin separatis terkemuka Ayuk Tabe menggambarkan serangan itu tidak manusiawi dan mengatakan siapa pun yang bertanggung jawab atas kekejaman tersebut harus dihukum.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya