Berita

Mantan perdana menteri Mahathir Mohamad dan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin/Net

Dunia

Mahathir: Keadaan Darurat Hanya Akan Menguntungkan PM Saat Ini Dan Pasar Saham Malaysia Akan Runtuh

SABTU, 24 OKTOBER 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan perdana menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa pasar saham Malaysia akan runtuh sepenuhnya jika keadaan darurat diberlakukan di negara itu saat negara tersebut bersaing dengan dampak pandemi Covid-19.

"Rumor keadaan darurat saja telah mengakibatkan pasar saham tenggelam dalam-dalam," tulis Mahathir pada akun media sosialnya, Sabtu (24/0).

Mahathir mengklaim bahwa jika keadaan darurat diumumkan, maka investor akan tidak percaya bahwa perdana menteri mampu mengelola ekonomi.


Mahathir menuliskan pernyataannya itu setelah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin meneruskan proposal rapat kabinet khusus kepada Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah saat audiensi kerajaan di Istana Abdul Aziz di Kuantan, Pahang, kemarin.

Mahathir juga secara terang-terangan mengatakan, satu-satunya orang yang memperoleh manfaat dari Malaysia yang mengumumkan keadaan darurat adalah Perdana Menteri saat ini, seperti dikutip dari The Star.

Ketua Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang) itu mengaku niat memberlakukan keadaan darurat itu karena alasan politik.

“Pemerintah ini bukanlah pemerintah yang dipilih oleh rakyat. Itu telah berkuasa dengan cara yang tidak demokratis dan sekarang hanya peduli tentang bertahan dalam kekuasaan," katanya.

Ia mengklaim bahwa Covid-19 telah digunakan untuk membenarkan Parlemen ditunda, dipersingkat, dan tidak ada perdebatan. Menurutnya, Covid-19 juga digunakan sebagai justifikasi untuk menyatakan keadaan darurat meski kewenangan di pemerintahan sudah memadai untuk menangani pandemi.

"Kami tidak menemukan jenis keberatan dari orang-orang seperti yang terlihat di AS dan Eropa. Orang-orang kami sebagian besar telah mematuhi pembatasan seperti MCO (movement control order)," katanya.

Mahathir mengklaim bahwa deklarasi darurat tidak dapat berbuat apa-apa selain apa yang dapat dilakukan negara sekarang untuk menghentikan pandemi.

“Negara-negara dengan masalah Covid-19 yang lebih parah belum mengumumkan keadaan darurat untuk seluruh negara tetapi hanya untuk daerah yang terkena dampak. Itu khusus untuk menangani masalah lokal. Tetapi tidak ada yang menangguhkan hukum dan Parlemen seperti jika keadaan darurat diumumkan di Malaysia," katanya.

"Tidak ada kerusuhan atau kekerasan di Malaysia, tidak ada pelanggaran hukum dan ketertiban untuk membenarkan keadaan darurat. Tetapi ada kebutuhan untuk beberapa perubahan yang harus dilakukan pada pemerintah yang merebut kekuasaan melalui cara yang tidak demokratis," katanya lagi.

“Apa keadaan darurat saat ini bisa untuk menghentikan pandemi lebih dari yang dapat kita lakukan sekarang? Tidak,” katanya.

Dia lebih lanjut mengatakan spekulasi keadaan darurat telah menciptakan riak dalam ekonomi Malaysia, dengan pasar saham yang terpukul.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya