Berita

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz/Net

Nusantara

Target DPRD DKI, APBD Perubahan Sah Bulan Depan

JUMAT, 23 OKTOBER 2020 | 08:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pandemi virus corona baru alias Covid-19 telah membuat pertumbuhan ekonomi di Jakarta terdampak dan sejumlah program tidak berjalan maksimal. 

Atas alasan tersebut, DPRD DKI Jakarta mengebut pembahasan terkait Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Platfon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD Perubahan 2020, dan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz mengatakan saat ini pembahasan akan berlanjut di tingkat pimpinan komisi dan eksekutif atau Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) atau para asisten dan para kepala SKPD. 


"Hasilnya Senin 26 Oktober ini harus dibawakan oleh komisi-komisi ke Banggar besar untuk difinalisasi, nanti dibahas sampai final semoga Senin sudah ada," jelas Aziz saat dihubungi Kantor Berita RMOL Jakarta, Jumat (23/10).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melanjutkan, jika tidak ada aral melintang, APBD Perubahan dapat disahkan di bulan November mendatang. 

"InsyaAllah segera disahkan," sambung Abdul Aziz. 

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya juga telah mengajukan pinjaman kepada pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pencairan dana pinjaman dilakukan sebanyak dua kali di tahun 2020 dan tahun 2021. DKI mengajukan dana pinjaman kepada pemerintah pusat mencapai Rp 12,5 triliun, namun dana dicairkan secara bertahap. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya