Berita

Lima orang yang mendapatkan vaksinasi influenza di Korea Selatan dilaporkan meninggal dunia/Net

Dunia

Lima Orang Di Korsel Meninggal Setelah Vaksinasi Influenza, Penyelidikan Masih Dilakukan

RABU, 21 OKTOBER 2020 | 18:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak lima orang meninggal dunia setelah mendapatkan suntikan vaksin influenza di Korea Selatan dalam sepekan terakhir.

Fenomena tersebut dilaporkan terjadi termasuk pada seorang bocah lelaki berusia 17 tahun hingga seorang pria berusia 70-an.

"Itu membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan kategoris," ujar Wakil Menteri Kesehatan, Kim Gang-lip dalam konferensi pers pada Rabu (21/10).


Sejauh ini pihak berwenang mengatakan kematian tersebut belum dipastikan terkait dengan vaksin, dan penyelidikan masih dilakukan.

Meski begitu, dilaporkan CNA, kematian lima orang itu membuat kekhawatiran akan penggunaan vaksin semakin meningkat. Terlebih, itu terjadi beberapa pekan setelah pemerintah menangguhkan peluncuran program vaksin nasional.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) menegaskan, pihaknya akan melanjutkan program vaksinasi influenza.

Bulan lalu, Korea Selatan mengumumkan rencana untuk mendapatkan 20 persen lebih banyak vaksin influenza menjelang musim dibgin untuk mencegah meningkatnya gejala parah Covid-19.

Dalam tiga pekan terakhir, 19 juta orang yang memenuhi syarat mendapatkan vaksin ditangguhkan setelah ditemukan sekitar 5 juta dosis vaksin telah terpapar pada suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.

Tahun sebelumnya, Korea Selatan melakukan vaksinasi influenza pada 30 juta orang,

Vaksin influenza sendiri dipasok oleh berbagai pembuat obat, di antaranya LG Chem dan Boryung Biopharma.

Sejauh ini, kedua perusahaan tersebut belum memberikan komentar dan fokus pada saran pemerintah.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya