Berita

Krisna Murti saat membacakan eksepsi Djoko Tjandra/Ist

Hukum

Kuasa Hukum Djoko Tjandra Nilai Dakwaan JPU Gak Jelas

SELASA, 20 OKTOBER 2020 | 21:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kuasa hukum Djoko Tjandra, Krisna Murti menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya tidak jelas. Menurutnya dakwaan tersebut akan sulit dibuktikan dalam persidangan.

Hal itu disampaikan Krisna usai membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/10). Dalam kesempatan ini juga digelar sidang untuk tersangka lainnya yakni Anita Dewi Kolopaking, dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

"Dakwaan Jaksa Penuntut Umum kepada klien saya, penyampaiannya tidak jelas, fakta-faktanya harus diuraikan secara jelas", ujar Krisna.


Sementara itu, Kuasa Hukum Djoko Tjandra lainnya, Soesilo Aribowo dalam nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan JPU juga menilai, surat dakwaan Jaksa tidak menguraikan atau menjelaskan bagaimana Djoko Tjandra bisa terlibat membuat surat jalan palsu. 

"Bagaimana dan dengan cara apa Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra melakukan perbuatan membuat surat palsu atau memalsukan surat itu," kata Soesilo saat membacakan nota eksepsi dalam persidangan.

Soesilo menyebut, dakwaan Jaksa Penuntut Umum sama sekali tidak menguraikan bagaimana kliennya bisa membuat surat jalan palsu. Terlebih, dalam surat dakwaan juga tidak diuraikan bagaimana kata-kata Djoko Tjandra menyuruh membuat surat palsu atau memalsukan surat.

"Penuntut Umum juga sama sekali tidak menguraikan atau mengungkapkan atau menjelaskan bagaimana dan dengan cara apa Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra turut serta memalsukan surat itu," ujar Soesilo.

Dalam perkara ini, Djoko Tjandra didakwa bersama-sama dengan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Utomo memalsukan surat jalan untuk berbagai kepentingan. Djoko Tjandra saat itu tengah berstatus daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus hak tagih Bank Bali sejak 2009.

Ketiga terdakwa didakwa melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya