Berita

Aksi protes anti-pemerintah di Pakistan pada Minggu, 18 Oktober 2020/Net

Dunia

Tercekik Inflasi Dan Pandemi, Rakyat Pakistan: Sudah Saatnya Imran Khan Turun!

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 10:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi unjuk rasa anti-pemerintah berkembang luas dan ikut terjadi di Pakistan. Puluhan ribu pendukung oposisi turun ke jalan menyerukan agar Perdana Menteri Imran Khan turun dari jabatannya di Karachi.

Bulan lalu, sembilan partai oposisi besar membentuk platform bersama yang disebut sebagai Gerakan Demokratik Pakistan (PDM) untuk memulai aksi nasional melawan pemerintah.

Mereka menuding Khan merupakan kaki kanan militer yang memenangkan pemilihan umum 2018 dengan cara yang curang.


"Anda mengambil pekerjaan dari rakyat. Anda telah merampas makanan dua kali sehari dari rakyat," kata pemimpin oposisi, Maryam Nawaz di depan kerumunan massa pada Minggu (18/10), seperti dilaporkan Reuters.

Nawaz adalah putri dan pewaris politik dari mantan perdana menteri tiga kali periode, Nawaz Sharif.

"Petani kami mengalami kelaparan di rumah mereka, para pemuda kecewa," seru pemimpin oposisi lainnya, Bilawal Bhutto Zardari.

Aksi unjuk rasa di Pakistan terjadi ketika negara tersebut dihantam oleh pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi. Saat ini, Pakistan juga berjuang menghadapi inflasi dua digit dengan pertumbuhan ekonomi negatif.

Khan yang memenangkan masa jabatannya yang kedua pada 2018 dianggap telah bertanggung jawab. Ia juga dikecam karena meningkatkan sensor terhadap perbedaan pendapat, kritik, dan pemimpin oposisi.

"Inflasi telah mematahkan punggung warga miskin sehingga memaksa banyak orang mengemis untuk memberi makan anak-anak mereka," kata Faqeer Baloch, seorang pengunjuk rasa.

“Sudah saatnya pemerintah ini pergi sekarang," sambungnya.

"Ayo Imran pergi!”

Aksi unjuk rasa di Karachi terjadi menyusul protes yang dilakukan oleh PDM di kota Gujranwala timur pada Jumat (16/10), yang merupakan demonstrasi terbesar melawan Khan sejak dia menjabat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya