Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi/Repro

Politik

Tingkat Kepercayaan Publik Kepada Pemerintah Dalam Mengatasi Pandemi Masih Cukup Tinggi

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 16:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kepuasan publik terhadap langkah-langkah pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 menunjukkan peningkatan.

Demikian hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia terkait mitigasi dampak Covid-19 terhadap tarik-menarik kepentingan ekonomi dan kesehatan di masa pandemi.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap presiden dalam mengatasi pandemi masih cukup tinggi dan relatif stabil.


"Kepercayaan publik terhadap lembaga negara dalam dua bulan terakhir tampak tidak banyak berubah. Perubahan yang lebih besar terhadap presiden meningkat dari 79,1 persen pada temuan sebelumnya, menjadi sekitar 85,8 persen," jelas Burhanuddin dalam paparannya yang disiarkan secara daring, Minggu (18/10).

Mayoritas publik juga yakin bahwa TNI dan Polri mampu menjaga keamanan selama masa pandemi, sekitar 65,7 persen merasa cukup yakin, dan 24,5 persen merasa sangat yakin.

"Sementara terhadap Menteri Kesehatan cenderung meningkat dibanding temuan sebelumnya," sambung Burhan.

Publik juga menilai penyebaran Covid-19 di Indonesia cukup terkendali. Meski begitu, ada sekitar 51,5 persen publik yang menyoroti bahwa selama pandemi tingkat kejahatan justru semakin meningkat.

Untuk diketahui, Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada periode 24 hingga 30 September 2020. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak.

Adapun metode survei yang digunakan yakni dengan metode simple random sampling dengan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Mengingat kondisi sedang pandemi, maka survei dilakukan menggunakan kontak telepon kepada responden. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya