Berita

Aksi unjuk rasa di distrik Ratchaprasong, Bangkok pada Kamis sore, 15 Oktober 2020/Net

Dunia

Unjuk Rasa Di Bangkok Kembali Meletus, Demonstran Tuntut Pembebasan Para Aktivis

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 18:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah di Thailand tidak kehabisan akal. Setelah aksi mereka di kompleks pemerintahan dibubarkan polisi, para pengunjuk rasa berkumpul di distrik Ratchaprasong, Bangkok pada Kamis sore (15/10).

Meski begitu, petugas polisi juga tidak kalah cerdiknya. Truk air untuk membubarkan massa tampak sudah bertengger di jalanan bersama dengan sejumlah mobil polisi.

Dimuat CNA, aksi protes yang dilakukan pada sore hari itu bertujuan untuk menyerukan pembebasan aktivis yang ditangkap oleh pihak berwenang pada Rabu (14/10).


Selain itu, para pengunjuk rasa juga menolak keadaan darurat yang diberlakukan oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha pada pukul 4 pagi waktu setempat yang melarang pertemuan lebih dari lima orang.

Publikasi berita dan informasi elektronik dengan pesan yang dapat menimbulkan ketakutan di kalangan publik, sengaja memutarbalikkan fakta, atau menyebabkan kesalahpahaman yang akan berdampak pada keamanan nasional, atau perdamaian dan ketertiban juga dilarang.

“Partai Rakyat mengutuk tindakan pemerintah itu. Kami juga ingin mempertahankan sikap dengan melanjutkan aksi protes pada 15 Oktober 2020, pukul 16.00, di perempatan Ratchaprasong," kata salah satu pimpinan aksi, Jutatip Sirikhan usai polisi bubar.

"Kepada mereka yang mencintai demokrasi, keluarlah untuk menciptakan perubahan bersama kami dan menggulingkan kediktatoran dan feodalisme jahat," lanjut dia.

Aksi protes yang sudah berlangsung selama berpekan-pekan di Thailand terjadi untuk menuntut pengunduran diri Prayut, amandemen konstitusi, dan reformasi monarki.

Dalam konferensi pers pada Kamis pagi, jurubicara kepolisian Krissana Pattanacharoen mengatakan, rencana aksi di pusat perbelanjaan Bangkok itu telah melanggar keadaan darurat.

"Siapapun yang ikut demonstrasi akan dianggap sebagai pelaku," kata Krissana.

Ia juga mengatakan, Biro Kepolisian Metropolitan telah mengerahkan petugas untuk memastikan hukum dan ketertiban di daerah tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya