Berita

Konflik di Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

Anggota Parlemen AS Desak Pemerintah Berlakukan Sanksi Pada Turki Dan Azerbaijan Atas Konflik Nagorno-Karabakh

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 17:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lebih dari 100 anggota Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) menuntut pemerintah untuk memberikan sanksi pada Azerbaijan dan Turki yang diduga melakukan kejahatan perang dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Komite Nasional Armenia Amerika (ANCA) melaporkan, terdapat lebih dari 750 ribu surat yang dikirim ke Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, dan Kongres yang menuntut agar AS menyoroti konflik Nagorno-Karabakh.

Selain itu, sebanyak puluhan ribu panggilan juga mendesak para legislator untuk menyatakan kecaman dan sanksi kepada Turki dan Azerbaijan yang terus melakukan serangan.


"Pemerintah perlu mendengarkan badan-badan intelijen sendiri, yang tahu betul bahwa Azerbaijan memprakarsai serangan ini, dan segera memperhatikan seruan Kongres, yang menuntut agar sanksi diberlakukan terhadap rezim (Presiden Turki Recep Tayyip) Erdogan dan (Presiden Azerbaijan Ilham) Aliyev," ujar Direktur Eksekutif ANCA, Aram Hamparian, seperti dimuat Armen Press.

"DPR harus mengirimkan pesan yang kuat tidak hanya ke Ankara dan Baku, tetapi juga ke Gedung Putih dan Departemen Keuangan bahwa kelambanan AS telah menelan banyak nyawa yang tidak bersalah," tambahnya.

Dalam seruannya, Senat dan DPR memiliki beberapa tuntutan, di antaranya adalah mendesak agar Departemen Keuangan AS untuk menjatuhkan sanksi kepada rezim Erdogan dan Aliyev, mengakhiri bantuan militer ke Azerbaijan, serta mendukung resolusi untuk mengutuk agresi Turki dan Azerbaijan.

Seruan tersebut dipimpin oleh anggota Kongres Jackie Speier dan ditulis bersama oleh Perwakilan Adam Schiff, Frank Pallone, Gus Bilirakis, Brad Sherman, Anna Eshoo, David Cicilline, dan Zoe Lofgren.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya