Berita

Pelapor khusus PBB meminta agar sanksi untuk Korea Utara dicabut/Net

Dunia

Khawatir Korea Utara Makin Sulit Di Tengah Pandemi, Pelapor Khusus PBB Minta Sanksi Dicabut

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 16:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sanksi yang diterapkan oleh komunitas internasional kepada Korea Utara kemungkinan telah memperburuk langkah-langkah yang diberlakukan oleh pemerintah untuk mencegah masuknya virus corona baru.

Dengan begitu, seorang pejabat hak asasi manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tomas Ojea Quintana mendesak komunitas internasional untuk mempertimbangkan pencabutan sanksi untuk Korea Utara,

"(Sanksi) ini membuat kontrol pembatasan ketat tahun ini sebagai langkah-langkah terhadap virus. Tepat ketika mereka terhuyung-huyung akibat sanksi, serta masalah ekonomi sistemik dan kondisi cuaca buruk yang tidak biasa," kata Quintana, seperti dikutip Reuters.


Quintana yang merupakan pelapor khusus PBB tentang HAM di Korea Utara dalam laporannya mengatakan, kuncian yang diberlakukan oleh Korea Utara telah berefek pada perdagangan.

"Dampak perdagangan, pada gilirannya, mengancam pasokan makanan dan akses bantuan kemanusiaan," sambung dia.

"Di bawah situasi pandemi Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, Pelapor Khusus percaya bahwa tanggung jawab internasional untuk mengevaluasi kembali rezim sanksi lebih mendesak dari sebelumnya," tekannya,

Menurut Quintana, sanksi yang lebih besar telah mulai bedampak serius pada hak-hak ekonomi dan rakyat.

Sejauh ini, Korea Utara belum melaporkan adanya infeksi virus corona namun sudah memberlakukan langkah-langkah mencegahan pandemi yang sangat ketat.

Sejak 2006, Korea Utara dikenai sanksi atas program rudal nuklir dan balistiknya, dengan tindakan yang semakin ketat diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya