Berita

Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman, Suharti/Repro

Nusantara

Ini Skema Yang Disiapkan Pemprov DKI Untuk Warga Kampung Susun Akuarium

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 12:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembangunan Kampung Susun Akuarium yang berada di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, direncanakan rampung pada Desember 2021.

Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman, Suharti mengatakan, tujuan pembangunan Kampung Susun Akuarium adalah untuk memberikan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Sejumlah skema pun disiapkan Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan Kampung Susun Akuarium. Di mana, secara prinsip, kepemilikan akan dikelola bersama antara pemerintah dan koperasi.


Nantinya koperasi warga memiliki tugas sebagai pengelola penghunian. Sehingga hunian warga tidak dapat ditransaksikan dan diperjualbelikan.

"Koperasi warga menyewa aset tanah dan bangunan milik Pemprov DKI Jakarta dengan harga di bawah standar," ujar Suharti saat menjadi narasumber diskusi daring bertema 'Webinar Inovasi Kebijakan Perumahan Sosial: Kampung Susun Bahari Akuarium', Kamis (15/10).

Dengan skema tersebut ada keuntungan yand didapat. Di antaranya aset hunian terjangkau masih dimiliki pemerintah dan proses penyusunan kerja sama lebih cepat.

"Status tanah masih dimiliki Pemprov DKI Jakarta sehingga tidak perlu ada perubahan atas tanah yang memakan waktu lama dan tidak ada jual beli aset milik pemerintah untuk kepentingan ekonomi," sambungnya.

Kendati demikian, Suharti menambahkan, dari skema di atas ada beberapa tantangan. Yakni soal kerja sama yang memungkinkan adalah sewa antara pemerintah dan badan hukum warga (koperasi).

"Kerja sama sewa yang diatur Permendagri adalah per 5 tahun dan dapat diperpanjang, serta pemberian SKBG (sertifikat kepemilikan bangunan gedung) kepada masyarakat berpenghasilan rendah adalah praktik yang baru," tutup Suharti.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya