Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh/Net

Dunia

Jubir Khatibzadeh Kecam Trump: Mengaitkan Bin Laden Pada Persoalan Iran Adalah Teori Konspirasi Liar

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 11:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan sebuah pernyataan pada Rabu bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menggunakan Iran sebagai 'tongkat kampanye' mereka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh juga men-tweet pada Rabu.

"Presiden AS telah lama menggunakan Iran sebagai tongkat kampanye," tulis Khatibzadeh di akun Twitter-nya, seraya mengungkapkan saat ini ia dan rakyat Iran telah mencapai titik terendah.


"Suatu hari, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan angan-angan tentang panggilan telepon dari Teheran. Hari berikutnya, dia menyebarkan teori konspirasi liar dari akun palsu yang dijalankan oleh sekte teroris," lanjut tweetnya, seperti dikutip dari Iran Daily, Kamis (15/10).

Khatibzadeh pun merujuk pada slogan kampanye Trump 'Make America Great Again atau MAGA, dengan mengatakan: "#MAGA satu tweet pada satu waktu."

Slogan MAGA sejauh ini kerap digunakan dalam politik Amerika dan dipopulerkan oleh Donald Trump dalam kampanye presiden tahun 2016 yang sukses.

Tweet Khatibzadeh juga merujuk pada penyerahan nomor telepon langsung pejabat Amerika pada Mei 2019 dari Gedung Putih kepada pemerintah Swiss, yang kedutaannya mewakili kepentingan AS di Teheran sejak 1980, dengan harapan Iran akan menghubunginya.

Presiden AS baru-baru ini membagikan kembali sebuah tweet yang mengklaim tiga orang Amerika tewas dalam serangan tahun 2012 di Benghazi, Libya, untuk menutupi pertumpahan darah pasukan khusus AS dan 'kebenaran' bahwa Osama bin Laden masih hidup.

Tweet tersebut mengutip pelapor Benghazi Nick Noe yang mengklaim bahwa tiga mantan direktur CIA itu terlibat dalam menjaga Bin Laden tetap hidup di Iran dan kemudian memindahkannya dari Iran ke Pakistan untuk pembunuhan trofi Obama. Tweet itu juga mengklaim bahwa pemerintahan Obama melakukan pembayaran ke Iran atas kerjasamanya dalam pembunuhan Bin Laden.
Trump secara terbuka meminta Iran untuk menghubunginya di tengah ketegangan yang meningkat antara Teheran dan Washington.
Sementara Trump menyerukan pembicaraan, dia tidak mengesampingkan tindakan militer terhadap Iran pada saat itu.

Ketegangan meningkat antara Teheran dan Washington setelah yang terakhir menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi sepihak yang telah dicabut berdasarkan perjanjian nuklir 2015 yang penting.

Baik selama kampanye pemilihannya dan setelah menjabat sebagai presiden, Trump tidak berusaha menganggap perjanjian itu penting sebagai kesepakatan terburuk yang pernah ada.

Iran dan penandatangan JCPOA lainnya - Inggris, Prancis, Rusia, China, dan Jerman - mengatakan tidak ada alternatif untuk kesepakatan tersebut, yang telah didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya