Warga Iran mengenakan masker/Net
Pemerintah Iran akan melakukan pembatasan perjalanan sementara di lima kota besar termasuk Teheran. Kebijakan itu dikeluarkan saat kasus Covid-19 di negara itu mencapai rekor tertinggi sejak pandemik melanda.
Selain pembatasan perjalanan di ibu kota, pembatasan juga diberlakukan di luar kota, untuk perjalanan dari dan ke Karaj, Mashhad, Isfahan dan Urmia, seperti yang disampaikan Kianoush Jahanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan melalui televisi pemerintah.
Larangan perjalanan bertujuan untuk mengurangi risiko menjelang hari raya keagamaan pada hari Sabtu, kata Jahanpour.
Peraturan ini akan berlaku mulai Kamis sampai Minggu siang dan hanya untuk kendaraan pribadi, sementara untuk kendaraan umum lainnya bisa beroperasi seperti biasa. Namun, menurut Jahanpour, tindakan tersebut dapat diperpanjang setelah Minggu dan diperpanjang ke kota-kota lain.
"Sebagian besar penduduk tidak bertanggung jawab," kata Jahanpour, seperti dikutip dari
Iran Daily, Rabu (14/10).
Seorang pensiunan pegawai di Teheran bernama Pakzamir mengatakan; "Pihak berwenang menyalahkan orang-orang, tetapi itu tidak benar."
Menurutnya, kenaikan biaya dalam perekonomian yang bermasalah memaksa orang untuk menggunakan kereta bawah tanah dan transportasi umum, dan itu menyebarkan penyakit.
"Alasan utama meningkatnya (kasus) virus corona adalah kurangnya perencanaan pemerintah dan tidak menegakkan pembatasan dengan benar," kata warga lainnya, seorang guru, Fariba Ghasemi.
Kematian dan infeksi dari virus tersebut telah meningkat tajam di Iran sejak awal September. Kematian akibat Covid-19 bertambah 279 pada hari Rabu dan ada 4.830 kasus baru dalam satu hari. Itu adalah angka tertinggi dalam satu hari sejak republik Islam itu melaporkan kasus pertamanya pada bulan Februari.
Virus corona baru telah menewaskan total 29.349 orang dari 513.219 kasus di negara Timur Tengah yang paling parah terkena pandemi.
Jumlah tersebut kemungkinan akan lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi, menurut Wakil Menteri Kesehatan, Iraj Harirchi.
Otoritas Teheran pada 3 Oktober menutup sebagian besar ruang publik dan membatalkan pertemuan selama seminggu, sebuah langkah yang diperpanjang hingga Rabu. Iran juga mulai memberlakukan denda untuk pertama kalinya karena pelanggaran aturan kesehatan di ibu kota.