Berita

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi/Net

Nusantara

Usai Rapat Dengan Tito Karnavian, Ketua DPRD DKI Siap Sosialisasikan UU Cipta Kerja

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 09:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

DPRD DKI Jakarta siap untuk mensosialisasikan isi dari omnibus law UU Cipta Kerja ke masyarakat ibukota.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi saat mengikuti rapat Koordinasi Sinergitas Kebijakan Pembangunan Pusat dan Daerah serta Pelaksanaan regulasi Omnibus Law UU tentang Cipta Kerja dengan Kementerian Dalam Negeri.

Rapat virtual yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian dan Sesmenko Perekonomian itu, turut dihadiri Sekjen Kemendagri, dan 27 DPRD Provinsi, 202 DPRD Kabupaten, 55 DPRD Kota, ketua dan pengurus ADEKSI, serta Ketua dan pengurus ADKASI. 


"Selain sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, saya juga hadir sebagai Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI)," ujar Prasetio melalui akun Twitter miliknya, Kamis (15/10). 

Prasetio menjelaskan, dalam rakor virtual ini dijelaskan secara lengkap mengenai latar belakang dan alasan mengapa Omnibus Law Cipta Kerja  diperlukan.

"Itu sangat penting bagi kita di DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Indonesia yang kemudian harus kita kembali sosialisasikan di daerah masing-masing," sambung politisi PDI Perjuangan itu. 

Omnibus law UU Cipta Kerja yang telah diketuk DPR sempat memunculkan gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Presiden Joko Widodo pun telah angkat bicara dan mengatakan perumusan omnibus law UU Ciptaker bertujuan menyejahterakan masyarakat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut unjuk rasa terjadi lantaran adanya disinformasi dan hoaks seputar undang-undang sapu jagat ini. 

Selain itu, Presiden Jokowi sebelumnya juga telah mengumpulkan seluruh pimpinan daerah untuk rapat secara virtual pada Jumat lalu (9/10). 

Dalam pertemuan yang berdurasi satu jam tersebut, Jokowi meminta para gubernur membantu pemerintah pusat menjelaskan UU Cipta Kerja kepada masyarakat di wilayahnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya