Berita

Kota Colorado/Net

Dunia

Pengadilan AS Mendakwa Mantan Calon Gubernur Atas Kasus Pembunuhan Gadis 12 Tahun Era Presiden Ronald Reagan

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Misteri penculikan dan pembunuhan seorang gadis berusia 12 tahun asal Colorado Jonelle Matthews tahun 1984 menemui sedikit titik terang setelah pengadilan mendakwa seorang mantan calon gubernur AS Steve D. Pankey dalam kasus yang hampir tenggelam selama beberapa dekade itu.

Pankey kini harus menghadapi sejumlah dakwaan yakni pembunuhan, penculikan dan tuduhan lain dalam kematian gadis itu.

"Jonelle meninggal karena satu luka tembak di dahinya," kata Jaksa Wilayah Weld County Michael Rourke, seperti dikutip dari AP, Rabu (14/10).


Pankey mencalonkan diri sebagai calon gubernur dari Partai Konstitusi pada 2014 dan sebagai seorang Republikan pada pemilihan pendahuluan 2018.

Hingga berita ini diturunkan Pankey tidak segera membalas telepon atau pesan dari The Associated Press, tetapi minggu lalu ia mengatakan kepada Times-News di Twin Falls, Idaho, bahwa dia dijebak dalam kasus tersebut.

Diakuinya, gadis itu pernah menjadi tetangganya, tetapi Pankey mengatakan dia hanya memiliki sedikit hubungan dengan Jonelle atau keluarganya. Kedua keluarga itu juga diketahui sering mengunjungi gereja yang sama di Greeley, Colorado.

Jonelle menghilang pada 20 Desember 1984, setelah diantar pulang oleh seorang teman dan ayah dari temannya itu.

Dia terakhir terlihat pada jam 8 malam, memasuki rumah bergaya peternakan tempat dia tinggal bersama ayahnya Jim, dan Gloria ibunya, serta saudara perempuannya.

Tetapi ketika ayahnya kembali dari menyaksikan pertandingan bola basket kakak perempuannya satu jam kemudian, Jonelle menghilang.

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari Ronald Reagan, Presiden AS saat itu. Kebetulan peristiwa hilangnya Jonelle terjadi saat pemerintahannya meluncurkan upaya nasional untuk menemukan anak-anak hilang kala itu.

Fotonya bahkan dicetak pada karton susu di seluruh AS sebagai bagian dari proyek oleh Dewan Keamanan Anak Nasional.

"Selama lebih dari tiga dekade, hilangnya Jonelle Matthews telah meninggalkan komunitas kami dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab dan kekosongan yang belum terisi," kata kepala departemen kepolisian Greeley, Mark Jones.

"Dengan penangkapan Steve Pankey, beberapa pertanyaan ini mulai terjawab," ungkapnya.

Jonelle dianggap hilang selama lebih dari 30 tahun sampai para pekerja yang menggali pipa pada Juli 2019 menemukan sisa-sisa manusia yang cocok dengan catatan giginya di daerah pedesaan tenggara Greeley, sebuah kota sekitar 80 kilometer utara Denver, Colorado.

Polisi kemudian menyebut kematiannya sebagai pembunuhan.

Pankey telah menjadi orang yang berkepentingan dalam kasus ini, dan tahun lalu dia menghubungi Idaho Statesman untuk menceritakan kisahnya, karena takut akan kemungkinan ditangkap.

Dia mengatakan kepada surat kabar bahwa dia ada di rumah bersama dengan istrinya pada malam saat Jonelle dinyatakan hilang, dan mobil mereka disimpan untuk perjalanan pagi hari berikutnya untuk mengunjungi keluarga di California.

Mereka lalu melakukan perjalanan dan kembali ke rumahnya enam hari kemudian pada tahun 1984, kata Pankey, dan dia mendengar berita tentang seorang anak hilang di radio.

Mantan istrinya mengatakan kepada jaksa bahwa perjalanan saat itu tidak direncanakan dan dalam perjalanan pulang Pankey terus mendengarkan berita tentang hilangnya Jonelle.

"Pankey secara tidak biasa mendengarkan radio, mencari berita tentang hilangnya Jonelle," kata mantan istrinya yang terdapat dalam isi dakwaan.

Dakwaan tersebut juga menyatakan sebuah insiden tahun 2008 di mana mantan istri Pankey mendengar dia berkata pada saat pemakaman putranya, "Saya harap Tuhan tidak membiarkan ini terjadi karena Jonelle Matthews."

Jennifer Mogensen, kakak perempuan Jonelle mengatakan kepada AP pada 2019 bahwa gadis itu kuat dan sangat mandiri.

Dalam salah satu foto keluarga, Jonelle berdiri di rumah keluarga, dengan tangan di pinggul. Di foto lain, dia menatap langsung ke kamera dengan mulut tertutup dan mata sedikit menyipit.

Di hadapan orang lain Jonelle adalah anak yang periang dan sering tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya