Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dituduh Melakukan Diplomasi Koersif, China Ajukan Tiga Pertanyaan Menohok Untuk Kanada

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 06:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan diplomatik antara China dan Kanada yang sudah terjalin selama setengah abad kini harus mengalami keretakan yang cukup serius.

Dinginnya hubungan dua negara itu mendapat sorotan dari sejumlah pengamat. Mereka mengatakan hubungan China-Kanada hanya akan membaik jika Kanada bersedia berkomitmen untuk mendorong hubungan bilateral dan menjauhkan diri dari dampak beracun akibat kebijakan AS yang memusuhi China.

Para ahli mengatakan, setelah beberapa dekade perkembangan positif, hubungan bilateral telah memburuk oleh serangkaian tindakan agresif Kanada terhadap China. Mereka memberikan contoh soal penahanan CFO Huawei Meng Wanzhou, dan tuduhan tak berdasar Kanada terhadap China terkait penahanan dua warga Kanada yang dicurigai membahayakan keamanan negara, seperti dilaporkan Global Time, Rabu (14/10).


Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada hari Selasa (13/10) bahkan menuduh China telah melakukan diplomasi koersif.

"Kami akan tetap berkomitmen penuh untuk bekerja dengan sekutu kami untuk memastikan bahwa pendekatan diplomasi koersif China, penahanan sewenang-wenang terhadap dua warga negara Kanada bersama warga negara lain dari negara lain di seluruh dunia, tidak dipandang sebagai taktik yang berhasil oleh mereka," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan pada konferensi pers hari Rabu bahwa Kanada harus menghadapi tiga fakta dan pertanyaan.

Yang pertama adalah mengapa Kanada tidak berani mengakui bahwa penyebab kesulitan dalam hubungan China-Kanada adalah penahanan yang tidak wajar Kanada terhadap warga negara China yang tidak bersalah.

Kedua, di antara sekutu AS, Zhao bertanya mengapa Kanada adalah satu-satunya yang setuju untuk bekerja sama dengan AS dalam menahan Meng.

Pertanyaan ketiga adalah mengapa Kanada sangat berhati-hati tentang pengungkapan informasi terkait kasus Meng dan mengapa mencoba mencegah rilis dokumen terkait lainnya.

Zhao juga mendesak Kanada untuk memperbaiki kesalahannya, memungkinkan Meng untuk pulang dengan selamat pada tanggal yang lebih awal, dan mengembalikan hubungan bilateral ke jalurnya.

"Selama setengah abad terakhir sejak kedua negara menjalin hubungan, meskipun serangan keras terhadap China secara sporadis muncul di Kanada, negara itu tetap bersahabat dengan China," kata Li Haidong, seorang profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Urusan Luar Negeri China.

Li mencatat bahwa Kanada sekarang melangkah untuk mengikuti AS, dan itu menjadi semakin keras terhadap China, yang telah membawa hubungan bilateral ke titik terendah.

Li meramalkan bahwa semakin cepat Kanada menyelesaikan kasus Meng, semakin cepat hubungan akan kembali normal. Meskipun demikian, akan membutuhkan waktu lebih lama bagi hubungan bilateral untuk kembali ke era keemasan 2016.

Dan jika Kanada terus mengikuti langkah AS untuk menyerang China, hari bagi keduanya untuk memperbaiki hubungan mungkin tidak akan pernah datang.

China dan Kanada memperingati 50 tahun hubungan diplomatik pada 13 Oktober 2020.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya