Berita

Poster webinar peringati hubungan diplomatik Indonesia-Maroko ke-60/Repro

Dunia

Peringati 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Maroko, Kemlu Gelar Webinar Hari Ini

RABU, 14 OKTOBER 2020 | 08:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Persahabatan antara Indonesia dan Maroko penuh dengan nilai-nilai sejarah. Sehingga peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pun dilakukan dengan istimewa.

Kementerian Luar Negeri bersama dengan KBRI Rabat dan Kedutaan Besar Maroko di Jakarta akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan virtual dan non-virtual untuk memperingati hubungan yang sudah terjalin sejak 1960 itu.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan melaksanakan webinar selama dua hari yang dimulai pada hari ini, Rabu (14/10) dan Kamis (15/10). Kedua webinar akan digelar pada pukul 15.30 WIB atau 09.30 waktu Rabat.


Webinar tersebut akan mengangkat isu-isu kedua negara dengan narasumber dari civitas akademis dan tokoh musim Indonesia serta Maroko.

Pembukaan webinar akan dilakukan oleh Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kemlu RI Bapak Desra Percaya. Sementara Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag RI, Bapak Muhammad Ali Ramdhani akan menyampaikan keynote speech sebelum paparan para narasumber.

Webinar yang berlangsung dalam bahasa Arab mengusung dua tema yang berbeda. Tema pertama adalah “Perspektif Islam Moderat di Indonesia dan Maroko”. Sementara  tema kedua mengenai “Khazanah Interaksi Keilmuan Islam antara Indonesia dan Maroko".

Dijelaskan oleh Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Bagus Hendraning Kobarsih, tema pertama bertujuan untuk mengenal lebih jauh implementasi dari pemahaman Islam moderat di kedua negara dalam kehidupan keseharian sebagai  upaya untuk mempromosikan Islam sebagai agama yang cinta damai dan menolak berbagai  bentuk perilaku intoleran, termasuk Islamphobia.

Sedangkan tema kedua bertujuan untuk menggarisbawahi aspek latar belakang sejarah hubungan antara Indonesia dan Maroko, khususnya dalam aspek keilmuan yang telah terjalin sejak lama hingga saat ini. Harapannya, aspek tersebut dapat dikembangkan lebih jauh dengan melibatkan kalangan ulama, cendekiawan dan mahasiswa dari kedua negara.

Sejumlah civitas akademisi dan tokoh muslim yang akan menjadi narasumber dari Indonesia, di antaranya adalah mantan utusan khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, Prof. H. Syafiq A. Mughni; Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Eka Putra Wirman; Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Amani Lubis; dan penulis buku Moderasi Beragama di Indonesia, Dr. Muhlis Hanafi.

Sementara para narasumber dari Maroko di antaranya adalah President of the International Academic Centre of Sufi & Aesthetic Studies, Dr. Aziz El Kobaithi Idrisi Hasani; Direktur Dar El Hadith El-Hassania, Dr. Ahmed El Khamlichi; Rektor Universitas El-Qarawiyyin terdahulu, Prof. Dr. Mohammed Rougi; dan Dosen Uiversitas Abdelmalek Essaadi, Dr. Khalid Zahry.

"Diharapkan dengan adanya keterlibatan civitas akademis kedua negara dalam kegiatan webinar ini, kerja sama antar universitas di kedua negara dapat terus dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi pendorong bagi kerja sama people-to-people yang lebih intensif di masa depan," harap Kemlu dalam keterangan tertulisnya.

Sejak 2010, tercatat ada setidaknya 23 universitas di Indonesia yang telah menandatangani MoU dengan 10 universitas besar di Maroko sehingga memiliki peluang besar untuk lebih dikembangkan di masa depan.

Webinar sendiri digelar secara terbuka untuk umum dan pendaftaran dapat dilakukan melalui: https://bit.ly/InaMarocWebinar.

Selain acara ini, kegiatan lain yang akan dilakukan untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Maroko adalah webinar mengenai kerja sama antar pemerintah daerah di kedua negara, webinar antar Kadin kedua negara, virtual business meeting, penayangan film nasional/film dokumenter Indonesia di TV Maroko dan sebaliknya, serta pameran mengenai budaya, seni dan promosi dagang oleh masing-masing Kedutaan Besar.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya