Berita

Posko Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura Surabaya/Ist

Kesehatan

Bantu Tangani Pandemi Covid-19, Kogabwilhan II TNI Perkuat SDM RSLKI

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 23:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penguatan sumber daya manusia (SDM) dilakukan Panglima Komando Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II)  Marsdya TNI Imran Baidirus untuk memperkuat Satgas Kesehatan TNI yang telah dibentuk atas instruksi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

Penguatan SDM tersebut dilakukan untuk membantu penanganan kasus  Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur.

Satgas Kesehatan TNI yang dibentuk terdiri Korps Kesehatan Militer TNI AD sejumlah 22 personel, Kesehatan TNI AL 7 personel, dan Kesehatan TNI AU 3 personel yang bertugas terhitung mulai tanggal 5 Juni 2020. Unsur kesehatan militer TNI AD yang terlibat dalam satgas seluruhnya berasal dari Kesdam V/Brawijaya.


Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Aidil mengatakan, selain penguatan SDM, Satgas juga sudah mendirikan Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Surabaya-Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.

"Pangkogabwilhan II diperintahkan untuk mengelola Rumah Sakit Lapangan Indrapura dengan Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) 4, yaitu Pangdam V/Brawijaya beserta unsur Badan Pelaksana Balak Kodam sebagai pelaksana," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/10).

Ia melanjutkan, hal tersebut dilakukan demi membantu terwujudnya pengelolaan Rumah Sakit Lapangan Indrapura secara optimal dengan prioritas kerja bersama dan mengutamakan sinergitas dengan segenap unsur lain yang terlibat dalam pengelolaan rumah sakit tersebut.

Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura Surabaya atau disebut RSLKI saat ini menempati gedung Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kemenkes yang terletak di jalan Indrapura No 17 Surabaya dengan luas gedung 17.728 M2 menempati tanah seluas 54.000 M2.

"Gedung yang dibangun pada tahun 1954 ini sempat digunakan berganti  sebagai kantor, lembaga pendidikan dan Rumah Sakit Khusus Penyakit Kulit dan Kelamin sebelum terakhir berfungsi sebagai Lembaga Pendidikan Akupunktur, Akademi Refraksi, Museum Cagar Budaya Kesehatan dan UPF Litbang Kemenkes," lanjutnya.

Rumah sakit yang dikelola oleh TNI tersebut berkapasitas tempat tidur 357, dikhususkan bagi pasien konfirmasi positif dengan kategori ringan hingga sedang. Hal ini berguna untuk merelaksasi rumah sakit rujukan utama yang ada sekaligus menghindari penumpukan pasien dan bisa lebih berkonsentrasi merawat pasien dengan derajat berat dan critical III.

Begitu pasien Covid-19 yang diisolasi lebih awal setelah terdiagnosis, akan dapat mencegah kondisi penyakit pasien semalkin memburuk.

Sumber Daya Manusia (SDM) RSLKI seperti dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain dipenuhi dari unsur TNI, pemerintah Provinsi dan organisasi profesi serta relawan. Setiap tenaga kesehatan yang bertugas di RSLKI tersebut terlebih dahulu diberikan pelatihan dan magang diberbagai Rumah Sakit.

RSLKI ini tergabung dalam 127 rumah sakit rujukan se-Jawa Timur dalam sebuah sistem integrasi antarrumah sakit rujukan se-Jawa Timur. Sistem rujukan ini disebut juga Covid Hub yang memiliki pusat call center di RSLKI. Karena rumah sakit ini hanya merawat pasien rawat inap Covid-19 dengan derajat ringan-sedang, sehingga memerlukan kolaborasi dengan RS rujukan utama bila kondisi memburuk.

Rumah sakit rujukan utama RSLKI ini adalah RSUD dr. Soetomo dan RS Khusus Infeksi Unair. Rumah sakit ini juga nantinya menerima pasien pasca perawatan dari rumah sakit rujukan lain dengan derajat ringan dan sedang yang masih memerlukan isolasi.

"RSLKI juga menerima rujukan atau kiriman pasien dari rumah sakit atau Puskesmas dan instansi kesehatan lainnya se Jawa Timur," lanjutnya.

Personel yang mengawaki pelayanan medis terdiri dari gabungan Kesehatan TNI dan Polri, Pemda Jawa Timur, dan relawan-relawan dari berbagai Perhimpunan Profesi seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), Hisfarsi (Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit), Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia).

Selain dari unsur TNI, tim dokter juga terdiri dari dokter-dokter spesialis yang ditugaskan oleh IDI dari berbagai perhimpunan dokter spesialis yang ada di Surabaya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya