Berita

Cerpelai/Net

Dunia

Virus Corona Meluas Di Peternakan, Denmark Musnahkan 2,5 Juta Ekor Cerpelai

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 15:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dokter hewan dan petani Denmark Utara telah mulai bekerja sama untuk memusnahkan setidaknya 2,5 juta ekor cerpelai menyusul virus corona yang dilaporkan di setidaknya 63 peternakan.

Flemming Kure Marker dari lembaga pemerintah mengatakan bahwa pemusnahan hewan-hewan berbulu yang terinfeksi itu ditangani oleh Administrasi Makanan dan Hewan Denmark, sementara peternak yang memiliki hewan yang tidak terinfeksi di sebuah peternakan dalam jarak delapan kilometer dari peternakan yang terinfeksi harus memusnahkannya sendiri.

"Kami bergerak maju, kami menyelesaikannya," katanya tentang pemusnahan yang dimulai Kamis di desa Gjoel, barat Aalborg, seraya menambahkan itu bisa berlangsung berbulan-bulan, tergantung pada penyebaran virus, seperti dikutip dari 9News, Selasa (13/10).


Bukan tanpa rintangan, pemusnahan hewan-hewan ini mendapat beberapa penolakan dari sejumlah pemilik peternakan.

“Pada hari Jumat, seorang petani cerpelai menolak untuk membiarkan pihak berwenang memasuki peternakannya untuk memusnahkan hewan dan petugas terpaksa memotong gembok mereka,” kata juru bicara polisi Henrik Skals.

“Selama akhir pekan, segelintir pengunjuk rasa disingkirkan di luar dua peternakan cerpelai,” tambahnya.

Pemerintah mengatakan peternak dengan cerpelai yang tidak terinfeksi akan mendapatkan kompensasi 100 persen sementara mereka yang memiliki hewan yang terinfeksi akan menerima lebih sedikit sebagai insentif bagi peternak untuk menjauhkan infeksi dari kawanan mereka.

Denmark adalah salah satu pengekspor bulu cerpelai terbesar di dunia dan memproduksi sekitar 17 juta bulu per tahun.

Kopenhagen Fur, sebuah koperasi yang terdiri dari 1.500 peternak Denmark, menyumbang 40 persen dari produksi cerpelai global. Sebagian besar ekspornya ke China dan Hong Kong.

“Pandemi virus korona dapat mengancam seluruh profesi”, kata Tage Pedersen, ketua Asosiasi Peternak Cerpelai Denmark.

"Semua peternak saat ini berada dalam ketidakpastian dan frustrasi yang sangat besar atas 'meteor' yang telah menimpa kepala kita."

Para ilmuwan masih menyelidiki bagaimana cerpelai bisa terinfeksi dan apakah mereka dapat menyebarkannya ke manusia. Beberapa dari mereka mengatakan sejumlah cerpelai mungkin tertular virus dari pekerja yang terinfeksi. Pihak berwenang Belanda sempat mengatakan beberapa pekerja pertanian kemudian tertular virus dari cerpelai yang terinfeksi.

Pada bulan Agustus, Belanda mengajukan penghentian wajib pertanian cerpelai selama tiga tahun hingga 2021 di tengah meningkatnya jumlah infeksi virus korona di peternakan bulu.

Di Polandia, eksportir bulu cerpelai besar lainnya, koalisi sayap kanan yang berkuasa dan oposisi sangat terpecah belah atas undang-undang baru yang akan melarang peternakan bulu.

Para penentang mengatakan undang-undang tersebut akan menghancurkan mata pencaharian ratusan petani cerpelai.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya