Berita

Antrrean pemilih menuju tempat pemungutan suara di Georgia/Net

Dunia

Pilpres AS, Pemungutan Suara Telah Dimulai Di Georgia, Antrean Hingga 10 Jam

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 13:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemungutan suara sudah dimulau di Georgia. Pada Senin (12/10) waktu setempat, terlihat antrean berjam-jam warga yang berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) di hari pertama, di negara bagian AS itu.

Para pemilih yang bersemangat harus menunggu selama enam jam atau lebih di Cobb County, daerah pinggiran kota Atlanta di negara bagian Georgia, yang pada jaman dulu adalah basis pendukung Republik yang fanatik, namun belakangan sebagian besar telah berubah haluan dengan  memilih Demokrat.

Mereka berkumpul dengan barisan yang mengelilingi gedung-gedung di DeKalb County. Ada juga di Floyd County dan juga Georgia utara, di mana dukungan untuk Donald Trump begitu kuat di wilayah itu.


Setidaknya ada dua kabupaten yang sempat bermasalah dengan surat suara.  Masalah tersebut membuat kemacetan antrean. Para pemilih akhirnya menunggu cukup lama sampai masalah tersebut teratasi.

Adrienne Crowley, yang menunggu lebih dari satu jam untuk memberikan suara, mengatakan kepada Atlanta Journal Constitution bahwa tidak ada yang bisa membuatnya keluar dari jalur untuk memilih. “Saya akan memilih sepanjang hari jika saya harus.”

Di tempat lain di Atlanta, beberapa pemilih melaporkan menunggu lebih dari 10 jam untuk mendapatkan kesempatan memberikan suara lebih awal.

Para pemilih mulai berbaris di luar TPS pada dini hari, beberapa menggunakan senter ponsel mereka untuk membantu pemilih lain mengisi formulir prapendaftaran, sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian pada Selasa (13/10).

Janine Eveler, direktur pemilihan dan pendaftaran untuk Cobb County, mengatakan bahwa county telah mempersiapkan sebanyak mungkin. Namun kotak TPS dan tempat parkir memang sangat terbatas

"Kami memaksimalkan keduanya," katanya. “Orang-orang parkir ganda, kami mengalami kemacetan cukup banyak di tempat parkir kami,” tambahnya.

Georgia adalah negara bagian yang pertama melakukan pemungutan suara secara langsung pada Senin, dengan jumlah pemilih yang begitu banyak. Pejabat pemilu juga telah melihat jumlah pemilih yang belum pernah terjadi sebelumnya di Virginia dan Ohio.

Dengan jumlah pemilih yang membludak dan kekhawatiran tentang paparan virus corona, pejabat pemilu dan kelompok advokasi menyarankan agar orang-orang datang lebih awal agar antrean tidak semakin menumpuk.

Secara nasional, lebih dari 9,4 juta orang telah memilih, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut data yang dikumpulkan oleh Michael McDonald, seorang profesor ilmu politik di University of Florida.

Partai Demokrat mencoba untuk mendapatkan kursi senat AS di Georgia dalam perlombaan, di mana kandidat dari Partai Demokrat, Jon Ossoff, menantang petahana dari Partai Republik, David Perdue.

Georgia telah lama dilihat sebagai benteng Republik, tetapi banyak yang percaya perubahan demografis baru-baru ini telah menjadikannya negara yang lebih kompetitif. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan Donald Trump dan Joe Biden memiliki hubungan statistik di negara bagian tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya