Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sering Diserang Saat Mengamankan Aksi Massa, Puluhan Polisi Prancis Lakukan Aksi Protes

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 11:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Puluhan petugas polisi Prancis melakukan aksi protes di luar sebuah stasiun tempat di mana mereka diserang dengan kembang api di sebuah perumahan timur Paris yang terkenal dengan kejahatan perdagangan narkoba pada Senin (12/10).

Dalam aksinya para polisi itu membawa plakat yang menggambarkan diri mereka sebagai sebuah sasaran.

Champigny-sur-Marne pada Sabtu (110/10) malam waktu setempat menjadi saksi dari serangkaian serangan terhadap pasukan keamanan, yang telah berulang kali menjadi sasaran oleh para jihadis dan pemuda di daerah pinggiran kota yang berpasir itu.


Sekitar 40 orang bersenjatakan batang baja mengepung stasiun, menghancurkan jendela mobil dan pintu masuk sebelum meluncurkan roket yang menerangi langit malam.

Serangan itu datang dalam seminggu setelah sebelumnya ada dua petugas polisi ditembak saat melakukan pengawasan di pinggiran barat laut Paris Herblay, serangan itu menambah ketidakpuasan yang muncul di barisan keamanan.

“Apa yang terjadi pada Sabtu malam adalah yang terakhir,” kata Bruno Angelo, wakil pemimpin regional serikat buruh Polisi SGP Bersatu, seperti dikutip dari AFP, Senin (12/10).

Dalam kesempatan yang sama ia juga menyerukan hukuman keras terhadap penjahat muda di balik serangan itu sehingga mereka akan berpikir dua kali sebelum melakukannya lagi.

Seorang petugas dari stasiun tersebut, yang tidak ingin menyebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak lagi merasa aman di tempat kerjanya.

“Di luar sudah cukup sulit dan sekarang Anda merasa tidak ada jeda, bahkan ketika Anda kembali ke dalam (stasiun),” katanya.

Perdana Menteri Jean Castex berjanji untuk tidak menunjukkan belas kasihan kepada para pelaku.

“Ketika Anda melihat kantor polisi diserang, seperti di Champigny-sur-Marne, ketika Anda melihat dua petugas diserang dengan kejam, seperti minggu lalu di Val d'Oise, Anda berkata pada diri sendiri bahwa negara dan republik sedang diincar,” kata Castex kepada Radio France Info pada hari Senin.

Dia mengatakan upaya polisi untuk menghentikan perdagangan narkoba tidak berjalan dengan baik dengan para penjahat dan bersumpah: “Kami tidak akan terhalang.”

Dalam beberapa tahun terakhir petugas mengeluh karena terus diserang saat mengawasi demonstrasi ‘rompi kuning’ anti-pemerintah serta selama operasi anti-narkoba di perkebunan tinggi yang mengelilingi kota-kota besar.

Sebuah studi yang dilakukan pada November 2019 oleh Badan Pengamat Kejahatan Nasional Prancis (ONDRP) menemukan bahwa 6.002 agen polisi terluka saat bertugas selama 2018, melonjak 16 persen dari tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 666 petugas terluka oleh senjata, pisau atau senjata lainnya, dibandingkan dengan 418 pada tahun 2017.

Tetapi polisi telah berulang kali dituduh melakukan kebrutalan selama operasi di pinggiran kota dengan populasi imigran yang besar serta saat mencoba membubarkan protes.

Pada bulan Juni, ribuan orang Prancis mengambil bagian dalam protes global Black Lives Matter yang dipicu oleh kematian orang Amerika kulit hitam George Floyd di tangan polisi AS.

Para pengunjuk rasa mengatakan kematian Floyd menggemakan insiden kematian dan cedera selama operasi polisi di Prancis.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya