Berita

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Biegun/Net

Dunia

China Bagai Gajah Dalam Ruangan, Halangi Kepentingan AS Dan India Di Kawasan

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 08:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebangkitan China telah menghalangi Amerika Serikat (AS) dan India untuk memajukan kepentingan di kawasan Indo-Pasifik. Namun Washington akan terus membantu New Delhi untuk memberdayakan kepentingannya di kawasan.

Begitu yang disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Beigun pada sesi pembukaan India-US Forum di New Delhi pada Senin (12/10). Kunjungan tiga hari Beigun ke India tampak memiliki agenda penting untuk membangun aliansi melawan China.

"India memiliki tradisi otonomi strategis yang kuat dan membanggakan, dan kami menghormati itu. Kami tidak berusaha mengubah tradisi India," kata Beigun, seperti dikutip AP.


"Sebaliknya, kami ingin mengeksplorasi bagaimana memberdayakan kemampuan India untuk mempertahankan kedaulatan dan demokrasi sendiri, serta untuk memajukan kepentingan di seluruh kawasan Indo-Pasifik," sambungnya.

Diplomat top nomor dua di AS itu menyebut, saat ini penjualan militer dan pembagian informasi interlijen telah dilakukan antara Washington dan New Delhi.

"Namun masih banyak yang bisa kita lakukan, termasuk memperkuat kemampuan India untuk mempertahankan diri dan dengan mempromosikan interoperabilitas di antara militer (kedua negara)," sambung dia.

Sayangnya, Biegun mengatakan, kebangkitan China di kawasan itu membuat tujuan tersebut terhambat.

"Tentu saja, saat kami maju ke arah ini, ada seekot gajah di dalam ruangan: China," tegasnya.

Ia pun mengatakan, kemitraan empat negara Quad (AS, India, Jepang, Australia) didorong oleh kepentingan bersama untuk melawan China di kawasan yang semakin agresif.

"Setiap negara yang ingin kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka serta bersedia mengambil langkah-langkah untuk memastikannya harus disambut untuk bekerja sama dengan kami," lanjutnya.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan mitra-mitranya dari kelompok Quad.

Ketika itu, Pompeo mengatakan, tindakan China yang semakin tegas di seluruh kawasan membuat Quad menjadi lebih penting. Ia pun meminta agar negara-negara Quad bekerja sama melindungi satu sama lain dari eksploitasi, korupsi, dan pemaksaan China.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya