Berita

Demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Banyuwangi/RMOLJatim

Nusantara

Tolak Omnibus Law Di Banyuwangi, Dua Demonstran Diamankan

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 22:26 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dua orang demonstran yang ikut menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi diamankan polisi.

Mereka, ditangkap karena kedapatan membawa batu-batu yang diduga untuk memicu kegaduhan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan dalam aksi demonstrasi yang dilakukan oleh gabungan mahasiswa, pelajar, dan buruh se-kabupaten itu berlangsung tertib.


Namun, tiba tiba ada dua  orang dari pendemo diamankan karena dikhawatirkan menjadi provokator.

"Ada yang diamankan beberapa orang. Saat ini masih dalam pemeriksaan agar cepat clear," tegas Arman seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (12/10).

Menurutnya, aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang terjadi itu berlangsung tertib. Setidaknya, dalam demonstrasi tersebut, tambah Arman, sejumlah 1.150 aparat keamanan disiagakan di sekitar kantor DPRD Banyuwangi.

"Untuk petugas keamanan yang kita siagakan total 1.150 pasukan gabungan," ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara saat menemui ribuan massa aksi menyampaikan terimakasih kepada semua petugas keamanan, mahasiswa, buruh dan masyarakat Banyuwangi yang menyampaikan aspirasi dengan tidak anarkis.

"Kami di DPRD, seluruh Fraksi menyatakan sepakat menolak Omnibus Law UU Ciptaker dan aspirasi ini akan kami teruskan kepada pemerintah pusat dan DPR RI yang mempunyai kewenangan," ujar Made.

Usai ditemui beberapa anggota DPRD Banyuwangi, massa aksi secara berangsur-angsur meninggalkan kantor DPRD Banyuwangi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya