Berita

Anies Baswedan mengaku tak mendapat kesempatan bicara saat rapat bersama Presiden Joko Widodo dan Gubernur se-Indonesia pada Jumat kemarin (9/10)/Istimewa

Politik

Rapat Omnibus Law Bersama Jokowi, Anies Tak Dapat Kesempatan Bicara Sampaikan Aspirasi Pengunjuk Rasa

SABTU, 10 OKTOBER 2020 | 17:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Presiden Joko Widodo mengadakan rapat bersama para Gubernur seluruh Indonesia untuk menyampaikan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Jumat kemarin (9/10).

Namun, hanya 5 Gubernur saja yang mendapat kesempatan untuk berbicara. Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang notabene wilayahnya mengalami kerusakan akibat unjuk rasa penolakan UU Ciptaker justru tak diberi kesempatan.

Alhasil, Anies pun tak bisa menyampaikan aspirasi massa yang menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.


"Kami tidak bisa memberikan keterangan. Karena semua diminta dari presiden dan tim presiden," kata Anies saat meninjau kerusakan Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10).

"Karena pesannya seperti itu kami jadi tidak bisa menyampaikan keterangan apapun," ujar Anies, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2019-2023 itu menilai rapat lebih berjalan searah, karena seluruh keterangan hampir disampaikan oleh Presiden Jokowi.

"Jadi kami yang hadir tidak bisa memberikan keterangan," ujar Anies lagi.

Dalam pertemuan secara virtual selama sekitar satu jam itu, Jokowi meminta para gubernur membantu pemerintah pusat menjelaskan UU Cipta Kerja kepada masyarakat di wilayahnya.

Jokowi hanya memberikan kesempatan bicara kepada lima gubernur saja. Yakni Gubernur Lampung Arinaldi Djunaidi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Sedangkan Gubernur Anies yang wilayahnya menjadi tempat demonstrasi besar dan berakhir dengan bentrokan tidak diberikan kesempatan bicara.

Jokowi pun melarang semua peserta menyampaikan hasil pertemuan itu.

Ridwan Kamil pun membenarkan presiden melarang peserta membocorkan isi rapat.

Diketahui, saat unjuk rasa pecah menjadi kerusuhan pada Kamis kemarin (8/10), Anies Baswedan dengan mengenakan rompi coklat dan helm sepeda, menemui demonstran yang menolak UU Cipta Kerja di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Anies datang bersama Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurrachman.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya