Berita

Jumpa Pers DPP Konfederasi Sarbumusi/Repro

Politik

Jokowi Diberi Waktu Satu Tahun Implementasi UU Ciptaker, Konfederasi Sarbumusi: Jika Investasi Sepi Wajib Terbitkan Perppu!

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 21:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kontroversi pengesahan omnibus law UU Cipta kerja mengharuskan Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) mengambil sikap.

Wakil Sekretariat Jendral (Wasekjen) DPP Konfederasi Sarbumusi, Dalalil mengatakan, pihaknya bersepakat untuk memberikan kesempatan kepada Presiden Joko Widodo mengimplementasikan UU Ciptaker.

Pasalnya, Dalail bersma semua elemen kelembagannya di daerah telah mengikuti alur dan dinamika UU Ciptaker secara seksama dan sesuai dengan koridor konstitusi yang ada berdasarkan pertimbangan dinamika sikap dan juga atas kajian substansi UU Ciptaker.

Di mana akhirnya, Konfederasi Sarbumusi memberikan kesempatan kepa Presiden Jokowi untuk mengimplementasikan UU penggabungan itu. Tapi, Jokowi harus menerbitkan Perppu, jika dalam waktu satu tahun investasi di dalam negeri sepi.

"Kami meminta dengan tegas kepada Presiden RI, Bapak Joko Widodo untuk menerbitkan Perppu atas UU Cipta Kerja, apabila dalam kurun waktu 1 tahun masa berlaku UU Cipta Kerja tidak ada investasi yang signifikan masuk ke Indonesia," kata Dalail dalam siaran pers yang diterima Kator Berita POlitik RMOL, Jumat (9/10).

Selain itu, Dalail juga menekankan terkait sikap lembaganya yang akan mengajukan Judicial Riview (JR) ke Mahkamah Konstitusi, khususnya terkait ketidaksepakatan pengaturan klaster  Ketenagakerjaan.

"Konfederasi Sarbumusi akan melakukan gerakan konstitusional dengan cara mengajukan Judicial Review kepada Mahkamah Konstitusi," ungkapnya.

"dan menginstruksikan kepada seluruh basis, DPC, DPW dan Federasi untuk menyuarakan sikap Organisasi dengan kondisi dimasing-masing tingkat kepengurusan organisasi," demikian Dalail.

Populer

Yusril Ihza Mahendra: Presiden Saja Tidak Berwenang Berhentikan Kepala Daerah, Apalagi Instruksi Mendagri

Kamis, 19 November 2020 | 19:45

Dukung Habib Rizieq, Natalius Pigai: Jokowi Remehkan Saya Tanpa Tahu Kecerdasan Mutiara Timur

Sabtu, 21 November 2020 | 04:40

Imbas Penurunan Baliho Habib Rizieq Shihab, Mujahid 212 Minta Pangdam Jaya Buka Ruang Dialog

Jumat, 20 November 2020 | 21:56

Bobby Nasution Katakan 'Cina', Etnis Tionghoa Medan Merasa Tersakiti

Senin, 23 November 2020 | 14:23

Pintu Sudah Terbuka, PKS Sarankan Habib Rizieq Bertandang Ke Kediaman Maruf Amin

Sabtu, 21 November 2020 | 10:58

Kekuatan Politiknya Meredup, Kans JK Antarkan Anies Merebut Kursi RI 1 Makin Kecil

Sabtu, 21 November 2020 | 22:14

Pangdam Perintahkan Prajurit Turunkan Baliho Habib Rizieq, Pimpinan Komisi I: Terus Terang Saya Gagal Paham

Jumat, 20 November 2020 | 19:28

UPDATE

Kebanjiran Pengungsi Ethiopia, Sudan Butuh Uluran Tangan 150 Juta Dolar AS

Minggu, 29 November 2020 | 16:43

Kunjungi Karabakh, Presiden Ilham Aliyev Prihatin Dengan Kondisi Masjid Agdam

Minggu, 29 November 2020 | 16:41

Kafe Di Menteng Disegel, Sahroni: Bukti Polisi Tak Tebang Pilih Tegakkan Prokes

Minggu, 29 November 2020 | 16:38

Rekor Baru, Tambahan Pasien Covid-19 Tembus 6.267 Kasus

Minggu, 29 November 2020 | 16:13

Bom Bunuh Diri Meledak Di Pangkalan Militer Afganistan, 26 Personel Keamanan Tewas

Minggu, 29 November 2020 | 16:01

Ketua Majelis Syuro PKS: Sebagai Mayoritas, Kita Harus Ukir Sejarah Indahnya Peradaban Islam

Minggu, 29 November 2020 | 16:00

Melawan Radikalisme Dari Dalam: Sebuah Komitmen Kebangsaan

Minggu, 29 November 2020 | 15:49

PKS Berubah Logo, Hidayat Nurwahid: Penyegaran Dan Pembaharuan

Minggu, 29 November 2020 | 15:24

Hari Ketiga Protes, Ribuan Petani India Blokir Jalan Untuk Tolak UU Baru

Minggu, 29 November 2020 | 15:20

Dukung Mahyeldi-Audy, Emak-emak Kota Tinggi Berharap Akan Lahir Hamka-Hamka Baru

Minggu, 29 November 2020 | 15:00

Selengkapnya