Berita

Jurubicara Satuan Tugas Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro/Ist

Kesehatan

Reisa Broto Asmoro: Jangan Terjebak Mitos Vaksinasi!

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan masyarakat mengenai vaksinasi. Sebab vaksinasi adalah proses awal pembentukan antibodi terhadap suatu penyakit tertentu.

“Yang pasti jika masih ada masyarakat yang khawatir bahwa vaksin ini seolah memasukkan penyakit ke dalam tubuh, itu salah. Itu mitos,” kata Jurubicara Satuan Tugas Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro dalam diskusi daring bertajuk 'Vaksin: Menjawab Mitos dan Menolak Hoaks' di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPCPEN), Jakarta, Kamis (8/10).

Ia mengamini ada salah satu mitos yang mengubah pola pikir masyarakat mengenai vaksin, yakni dari penelitian Dr. Andrew Wakefield di tahun 1998 yang menyatakan imunisasi Measles-Mumps-Rubella (MMR) sebagai penyebab autism.


“Ini tidak benar, namun mampu menjadi mitos yang kuat di masyarakat. Hasil penelitian ini pun telah ditarik dan dinyatakan sebagai informasi yang salah sehingga telah ditindak bahkan izin praktiknya dicabut oleh sebuah lembaga kesehatan, General Medical Council,” lanjut Reisa.

Vaksin dipastikan merupakan sebuah proses penelitian yang dilakukan dengan hati-hati, dan melalui tahap uji klinis dan rangkaian panjang sehingga aspek kesehatannya terjamin bisa dipertanggungjawabkan, termasuk vaksin Covid-19.

Selain itu, Reisa mengatakan bahwa vaksinasi dan imunisasi perlu dilakukan karena tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain yang akan menciptakan kelompok atau herd immunity di masyarakat.

"Maka ini penting. Imbasnya kekebalan tubuh kita siap untuk melawan dan mengalahkan penyakit. Kalau ada virus atau bakteri yang masuk ke tubuh kita, sudah kebal. Kalaupun ada yang lolos satu-dua ke tubuh, pasti tidak akan separah kalau tidak divaksinasi," tegasnya.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa saat ini PT Bio Farma sedang memproses pembuatan vaksin Sinovac pada fase III di tahap III. Jika sesuai target, maka awal tahun depan produksi bisa dilakukan secara massal.

“Kita doakan semoga sesuai harapan. Pada dasaranya kenapa vaksin itu penting karena menjadi langkah pencegahan supaya kita semua tidak tertular penyakit dan terbebas dari wabah,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya