Berita

Presiden Turki saat berada di Doha, Qatar/Net

Dunia

Di Mata Erdogan Armenia Berulah Dengan Langkah Agresif Sementara Azerbaijan Hanya Ingin Menyelamatkan Wilayahnya

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 11:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pertikaian di Nagorno-Karabakh, antara Azerbaijan dan Armenia adalah perang abadi sejak 30 tahun lalu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan pertikaian itu tidak pernah selesai karena ketidakpedulian komunitas internasional selama bertahun-tahun dalam menghadapi pembantaian dan invasi tersebut.

Dalam lawatannya ke Doha kemarin, Erdogan mengungkapkan Ketidakpedulian dunia internasional menyebabkan Armenia melanjutkan langkah agresifnya dengan serangan baru terhadap warga sipil. Sementara, Azerbaijan lebih memilih mengambil tindakan untuk menyelamatkan wilayah pendudukannya.

"Azerbaijan akan dan harus merebut kembali wilayah yang direbut Armenia melalui bandit," kata Erdogan berbicara dalam wawancara khusus, seperti dikutip dari The Peninsula Qatar, Kamis (8/10).


"Turki selalu berdiri di sisi Azerbaijan untuk motto 'satu bangsa, dua negara' seperti yang telah dilakukannya selama ini. Kami akan terus mendukung saudara-saudara Azerbaijan kami dengan segala cara kami," tegas Erdogan.
 
Erdogan menilai, dunia internasional menemui jalan buntu dalam penyelesaian masalah Nagorno-Karabakh hingga saat ini. Sehingga Armenia berulah, dimanja dan terlibat dalam aktivitas pendudukan baru, menurut Erdogan.

Resolusi PBB perlu dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan hukum internasional dalam penyelesaian Nagorno-Karabakh secara permanen. 

"Masalah Karabakh telah menjadi masalah krisis terpenting di Kaukasus selama 30 tahun terakhir. Armenia, yang tidak segan-segan agresif dan memusuhi bangsa Turki di setiap kesempatan, merupakan penghalang terbesar bagi perdamaian, stabilitas, dan ketentraman di kawasan itu," keluh Erdogan.

Ia melanjutkan, sikap Armenia sejauh ini  menjadi indikasi ingin menciptakan wilayah konflik berskala luas di wilayah tersebut.

"Proses terbaru telah mengungkapkan siapa yang benar-benar membela perdamaian. Saya mengulangi seruan saya kepada komunitas internasional untuk melihat fakta ini dan meninggalkan standar ganda yang telah diterapkan selama bertahun-tahun dan mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri pendudukan Armenia di wilayah Azerbaijan!" ujar Erdogan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya