Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

Ketika AS Dan Rusia Enggan Gabung, China Resmi Ikut Skema Covax

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 09:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China telah secara resmi bergabung dengan inisitif global untuk vaksin Covid-19 yang dikenal dengan Covax.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam pernyataannya pada Jumat (9/10) mengatakan, bergabungnya Beijing merupakan langkah konkret untuk memastikan distribusi vaksin yang adil.

"Kami mengambil langkah konkret ini untuk memastikan distribusi yang adil dari vaksin, terutama ke negara-negara berkembang, dan berharap negara-negara yang lebih mampu juga akan bergabung dan mendukung Covax," kaya Hua, seperti dikutip Reuters.


Hua mengatakan, China memiliki kemampuan produksi vaksin Covid-19 yang cukup dan akan memprioritaskan penyediaan bagi negara-negara berkembang.

Sejauh ini, pihak kementerian tidak memberikan rincian mengenai dukungan yang akan diberikan oleh Beijing.

Meski begitu, Presiden Xi Jinping pada Mei telah berjanji memberikan 2 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan untuk membantu menangani pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

Fasilitas Covax, yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bertujuan untuk memberikan setidaknya 2 miliar dosis vaksin pada akhir 2021 kepada negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah.

WHO mengatakan telah bernegosiasi dengan China untuk meminta negara itu dalam inisiatif. Sementara itu Rusia dan Amerika Serikat sejauh ini memilih untuk tidak bergabung.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Selasa (6/10) mengatakan vaksin melawan Covid-19 mungkin sudah siap pada akhir tahun.

Ia pun menyerukan solidaritas dan komitmen politik dari semua pemimpin untuk memastikan pemerataan vaksin ketika tersedia.

"Kami akan membutuhkan vaksin dan ada harapan bahwa akhir tahun ini kami dapat memiliki vaksin. Ada harapan," terang Tedros.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya