Berita

Presiden Kyrgyzstan, Sooronbai Jeenbekov/Net

Dunia

Kerusuhan Politik Kian Tak Terkendali, Presiden Kyrgyzstan Siap Mengundurkan Diri

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 08:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Kyrgyzstan, Sooronbai Jeenbekov telah menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri jika pemerintahan baru telah ditunjuk sebagai bagian dari upayanya untuk mengakhiri kerusuhan dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui unggahan di situs kepresidenan pada Jumat (9/10), Jeenbekov mengatakan pengunduran dirinya akan dilakukan jika pemimpin baru telah ditunjuk dan ketertiban hukum kembali pada tempatnya.

"Kita perlu mengembalikan situasi saat ini ke ranah hukum. Begitu kepala badan eksekutif yang sah diangkat dan negara kembali ke jalur hukum serta ketertiban, saya siap untuk mundur sebagai presiden Kyrgyzstan," kata Jeenbekov, seperti dikutip dari TASS.


Ia mengatakan, saat ini ketegangan politik di Kyrgyzstan sudah mencapai titik kritis. Sehingga ia pun mengumumkan serangkaian tindakan untuk mengatasi krisis tersebut.

"Untuk menyelesaikan situasi saat ini, langkah-langkah berikut harus dilakukan. Hasil pemilihan untuk Jogorku Kenesh (parlemen) telah dibatalkan dan pemilihan parlemen baru harus dijadwalkan," terangnya.

"Keputusan tentang masalah ini akan dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat. Langkah-langkah itu akan meredakan ketegangan politik saat ini," sambungnya.

Selain itu, Jeenbekov mengatakan saat ini dirinya perlu memecat perdana menteri beserta jajaran kabinet yang bekerja sebelum krisis untuk bisa mengangkat pemerintahan baru.

"Untuk melegitimasi pengangkatan perdana menteri dan anggota kabinet baru, sebuah keputusan parlemen dan keputusan presiden diperlukan. Saya siap untuk menandatangani dokumen yang relevan dan saya menunggu keputusan Jogorku Kenesh," tambah dia.

Kyrgyzstan dilanda aksi protes hebat untuk menolak hasil pemilihan legislatif yang digelar pada 4 Oktober.

Ribuan pengunjuk rasa yang merupakan pendukung sejumlah partai yang gagal memenangkan kursi merangsek masuk ke Gedung Putih Bishkek yang merupakan kantor parlemen dan kepresidenan.

Pihak oposisi membantu menciptakan beberapa struktur, yang menyatakan diri mereka sebagai otoritas sementara dan menunjuk perdana menteri. Pos-pos negara dari semua tingkatan disita di  dan individu-individu tak dikenal menguasai lusinan perusahaan, deposito dan fasilitas bisnis lainnya pada Selasa (6/10).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya