Berita

Presiden Joko Widodo harus segera mengambil sikap atas maraknya unjuk rasa penolakan UU Ciptaker di banyak daerah/Repro

Politik

Berisiko Terhadap Posisi Kepresidenan, Jokowi Harus Segera Ambil Sikap

JUMAT, 09 OKTOBER 2020 | 08:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo didesak untuk bertanggungjawab dan segera mengambil sikap atas terjadinya pergerakan massa buruh, mahasiswa, dan masyarakat yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung kerusakan sejumlah fasilitas publik.

"Jika Presiden tidak mengambil sikap, dengan berpihak kepada rakyat secara umum, sangat berisiko terhadap posisi kepresidenan," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/10).

Karena, kata Dedi, dengan adanya kerusuhan yang merugikan rakyat, bisa jadi momen yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menjatuhkan Jokowi dari kursi Presiden.


"Jangan sampai geliat massa menjadi ajang bagi kelompok tertentu untuk menurunkan Jokowi dari kursi Presiden," kata Dedi.

Dengan demikian, sambung Dedi, Presiden Jokowi diharapkan untuk tidak lagi memancing kegaduhan nasional seperti saat ini dengan disahkannya RUU Cipta Kerja yang banyak penolakan dari masyarakat.

"Perlu kebijaksanaan dari Presiden sendiri untuk tidak memancing kegaduhan nasional. Salah satunya dengan pengesahan UU Ciptaker ini," pungkas Dedi.

Untuk diketahui, saat ibukota dan sejumlah kota lainnya diguncang demo penolakan UU Ciptaker pada Rabu kemarin (9/10), Presiden Jokowi justru melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya