Berita

Menko Polhukam Mahfud MD bersama dengan Panglima TNI, Kepala BIN, dan Kapolri saat memberikan keterangan pers mengenai demo omnibus law/Repro

Politik

Sebut Demo Tak Sensitif, Mahfud MD: Aktor Penunggang Aksi Akan Kami Tindak Secara Hukum!

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 21:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi demonstrasi yang dilakukan buruh dan mahasiswa dalam menolakn omnibus law UU Cipta Kerja pada dasarnya dihormati pemerintah sebagai cara untuk menyampaikan aspirasi.

Namun demikian, pemerintah menyayangkan aksi tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang digelar di beberapa daerah beruung anarkis.

"Pemerintah meyayangkan adanya aksi-aksi anarkis oleh massa di tempat-tempat tertentu dengan merusak fasilitas umum, membakar, melukai petugas dan menjarah," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (8/10).


"Tindakan itu jelas merupakan tindakan kriminal yang tidak dapat ditolerir dan harus dihentikan," tegasnya yang didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN, Budi Gunawan, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Ia mengatakan, tindakan merusak bangunan fasilitas umum dan serangan secara fisik terhadap aparat dan warga masyarakat tidak dibenarkan. Bahkan dinilai tidak sensitif dengan kondisi bangsa yang tengah dihadapkan dengan wabah Covid-19.

"Ini merupakan tindakan yang tidak sensitif atas kondisi yang dialami oleh rakyat yang sedang berjuang menghadapi pandemi Covid-19 dan juga kondisi ekonomi yang sedang sulit," jelasnya.

Oleh karenanya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini memastikan pemerintah akan menindak demonstran yang melakukan aksi anarkis.

"Demi ketertiban dan keamanan, pemerintah akan bersikap tegas atas aksi-aksi anarkis yang justru bertujuan untuk menciptakan kondisi rusuh dan ketakutan di dalam masyarakat," lanjut Mahfud.

"Pemerintah akan bersikap tegas dan melakukan proses hukum terhadap semua pelaku atau aktor yang menunggangi atas aksi-aksi anarkis yang sudah berbentuk tindakan kriminal," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya