Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Erdogan, Militer Turki Di Qatar, Dan Kekalahan Armenia

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 15:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkap tujuan utama kehadiran pasukan militer Turki di Qatar justru untuk menjaga stabilitas dan perdamaian, tidak hanya untuk Qatar tetapi juga seluruh kawasan Teluk.

"Hanya mereka yang ingin membuat membuat rencana kekacauan yang erasa terganggu dengan kehadiran militer Turki di Teluk," kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan harian Qatar, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (8/10).

Menyinggung posisi Turki di Suriah, Erdogan menyoroti bahwa negara itu tidak memperhatikan wilayah siapa pun dan tidak pernah menetap di negara yang dilanda perang saudara. 


"Ketika krisis telah selesai, maka kehadiran kami di Suriah pun berakhir," ungkapnya.

Sejak 2016, Turki telah meluncurkan tiga operasi anti-teror yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror dan memungkinkan pemukiman damai penduduk: Perisai Efrat (2016), Cabang Zaitun (2018), dan Mata Air Perdamaian (2019).

Di Libya, dia mengatakan bahwa Government of National Accord (GNA) adalah satu-satunya struktur yang sah di Libya dan legitimasi akan berhasil di sana sementara para pemberontak akan kalah.

Libya telah dilanda perang saudara sejak penggulingan almarhum penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.

GNA didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB. Tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang telah gagal karena serangan militer oleh pasukan yang setia kepada jenderal pemberontak Khalifa Haftar, yang didukung oleh Mesir, Uni Emirat Arab, dan Rusia.

Menanggapi masalah Mediterania Timur, Erdogan mengatakan: "Mereka yang melihat tekad kami di Mediterania Timur dan menyadari bahwa mereka tidak dapat membuat negara kami mundur dengan ancaman kosong dan pemerasan pada akhirnya telah memperhatikan seruan kami untuk berdialog."

Dia melanjutkan bahwa Turki akan terus bekerja sama dengan AS di semua platform, termasuk NATO, dalam masalah-masalah seperti memerangi terorisme, demokrasi, dan penghentian konflik.

Ketika menyinggung tentang konflik Armenia-Azerbaijan yang sedang berlangsung, pemimpin Turki itu mengatakan, "Armenia berusaha menunjuk-nunjuk Turki dalam konflik ini. Itu adalah trik yang digunakan setelah kalah dalam upaya pendudukan terakhir. Itu adalah bukti keputusasaannya."

Bentrokan dimulai pada 27 September, ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer di wilayah tersebut, yang menyebabkan korban jiwa.

Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya