Berita

Youtube/Net

Dunia

YouTube Hapus Saluran Nation Of Islam Karena Sebarkan Ujaran Kebencian

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 11:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Platform berbagi video milik Google YouTube telah menghapus saluran video Nation of Islam, organisasi yang dipimpin oleh Louis Farrakhan.

Jewish Journal melaporkan bahwa YouTube telah menghapus saluran tersebut pada 2 Oktober, mengutip kebijakannya terhadap ujaran kebencian.

"Kami memiliki kebijakan ketat yang melarang perkataan yang mendorong kebencian di YouTube, dan menghentikan saluran apa pun yang berulang kali atau sangat melanggar kebijakan itu," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Kamis (8/10).


Sejauh ini YouTube mengatakan telah menghapus sebanyak 25 ribu saluran karena perkataan yang mendorong pada kebencian.

Sementara itu, beberapa akun individu anggota Nation of Islam masih aktif, dengan puluhan ribu pengikut.

Farrakhan adalah seorang antisemit lama yang keras dan telah mencerca kaum Yahudi sebagai orang yang jahat, mengutuk sinagoga Setan, menyamakan orang Yahudi dengan rayap dan menuduh mereka mengendalikan pemerintah AS.

Musim panas yang lalu, sederet selebriti membela atau memuji Farrakhan dan menggemakan retorika anti-Semitnya.

Pidato 4 Juli di mana Farrakhan menyebut orang Yahudi sebagai 'musuh Tuhan' telah dilihat lebih dari satu juta kali, menurut Anti-Defamation League . Bulan itu ADL menyebut Farrakhan sebagai :antisemit paling populer di Amerika'.

Selain menghapus kanal milik Nation of Islam, YouTube juga telah menghapus supremasi kulit putih dari platformnya tahun ini, termasuk Richard Spencer dan David Duke.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya