Berita

Sarah Weiss Maudi/Net

Dunia

Sarah Weiss Maudi, Perempuan Israel Pertama Yang Menjabat Wakil Ketua Komite Hukum PBB

RABU, 07 OKTOBER 2020 | 12:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk pertama kalinya seorang perempuan Israel duduk di Dewan PBB sebagai Wakil Ketua Komite Hukum PBB. Penunjukkan Sarah Weiss Maudi pada posisi kunci di Komite ini disambut baik oleh Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan.

Edan mengungkapkan penunjukkan Sarah yang dilakukan pada Selasa (6/10) ini adalah pencapaian penting Israel pada badan dunia tersebut.

"Ini pencapaian penting bagi Israel yang akan mengarah pada penguatan pengaruh kami di PBB, dan itu memiliki hubungan dengan perjanjian perdamaian yang baru-baru ini kami tandatangani," ungkap Erdan seperti dikutip dari Times Of Israel, Rabu (7/10).


Sarah akan mewakili Eropa Barat dan Kelompok Lain (WEOG) di Komite Keenam, forum utama untuk pertimbangan masalah hukum di Majelis Umum PBB.

"Jalan masih panjang untuk keseimbangan dan keadilan di PBB. Ketika saya mendengar bahwa perwakilan Iran dan Suriah marah dengan penunjukan Sarah, saya berpikir, ini artinya sukses!" kata Erdan.

Israel bukanlah anggota kelompok regional mana pun sampai mendiang duta besar AS Richard Holbrooke berhasil mendorong kelompok regional Eropa Barat dan Lain-lain untuk mengundang Israel menjadi anggota sementara pada tahun 2000.  Keanggotaan Israel kemudian diperpanjang tanpa batas waktu.

Israel kerap menjadi fokus perhatian dan kritik yang tidak proporsional di badan-badan PBB tertentu, terutama pada Dewan Hak Asasi Manusia PBB (HRC) di Jenewa, badan yang memunculkan Laporan Goldstone atau Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Konflik Gaza.

Terkait hal ini, Weiss Ma'udi telah banyak bicara di forum-forum untuk meluruskan segala hal terkait Israel.

“Lebih dari 50 persen resolusi di HRC mengkritik Israel, dan itu adalah satu-satunya forum itu yang memiliki agenda tetap,” kata Weiss Ma'udi, seperti dikutip dari Icja.

"Bahkan jika Anda mengkritik Israel, itu persentase yang agak tidak proporsional ketika Anda mempertimbangkan semua pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia," katanya.

Weiss Maudi telah menduduki berbagai posisi penasihat hukum di Kementerian Luar Negeri, termasuk menjabat sebagai Direktur Departemen Hukum Internasional. Kemudian, ia juga mendirikan jaringan "Women in Diplomacy", yang menyatukan para diplomat dari seluruh dunia.

Tugasnya adalah mencermati apakah Israel berada dalam mode krisis atau tidak. Selama pencarian sepihak Palestina untuk menjadi negara bagian dan armada Gaza, misalnya, Weiss Maudi bekerja sangat intens dalam mengembangkan arahan hukum dan opini.

Weiss Maudi juga adalah pakar Kementerian Luar Negeri dalam masalah hukum maritim, mulai dari pembangunan pulau buatan di Mediterania hingga Jalur Gaza.

Dalam suatu wawancara ketika Weiss Maudi ditanya tentang posisi Gaza, ia menjawab bahwa Gaza tidak lagi berada di bawah kendali efektif Israel.

"Yang ada saat ini adalah keadaan konflik bersenjata, seperti yang saya katakan. Pada dasarnya, yang terjadi adalah Israel berharap rencana pelepasan tersebut akan menjadi batu loncatan menuju hubungan yang lebih positif dengan tetangganya di Gaza. Sayangnya, yang terjadi sebaliknya dan rezim Hamas, sebuah rezim teroris, menguasai Gaza dan meningkatkan serangannya terhadap sasaran sipil di Israel, di komunitas dan kota-kota yang berdekatan dengan Jalur Gaza."

Weiss Ma'udi juga pernah mengepalai delegasi Israel dalam negosiasi dengan Siprus tentang kesepakatan untuk pengembangan bersama cadangan gas lintas batas.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya