Berita

Pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) yang mengalirkan minyak ladang Azerbaijan ke Mediterania Turki/Net

Dunia

Dituding Serang Pipa BTC Azerbaijan, Armenia: Kami Hanya Targetkan Objek Militer

RABU, 07 OKTOBER 2020 | 09:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Armenia menolak klaim Azerbaijan yang menudingnya telah menyerang jalur pipa minyak Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) dengan rudal di tengah konflik Nagorno-Karabakh.

Penolakan informasi tersebut disampaikan oleh jurubicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan dan jurubicara presiden Artsakkh Vahram Poghosyan pada Selasa (6/10).

Poghosan menegaskan tentara Armenia tidak pernah menargetkan situs-situs militer sehingga Azerbaijan berusaha untuk menyesatkan masyarakat internasional dengan informasi yang salah.


"Kami hanya menargetkan objek militer, dan pipa Baku-Tbilisi-Cayhan bukanlah objek militer," kara Poghosyan.

Sebelumya Azerbaijan mengklaim Armenia telah melakukan serangan ke saluran pipa BTC di Yevlah pada Selasa pukul 9 malam waktu setempat.

Pipa BTC dibangun untuk mengirimkan minyak mentah ringan Azeri, terutama dari ladang Azeri-Chirag-Guneshli, melalui Georgia ke pelabuhan Ceyhan di Mediterania Turki untuk diekspor melalui kapal tanker.

Bentrokan terbaru antara Armenia dan Azerbaijan kembali memanas pada 27 September. Kedua belah pihak saling menyalahkan atas insiden tersebut hingga saat ini.

Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat, telah mendesak gencatan senjata sesegera mungkin. Namun Turki sendiri telah menyatakan dukungannya kepada Baku.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya