Berita

Ilustrasi kantor baru Kedutaan Besar China di London/Net

Dunia

Rencana China Bangun Kedutaan Terbesar Di Wilayah Multietnis London Picu Kontroversi

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rencana China untuk memindahkan Kedutaan Besarnya di Inggris dan membangun kantor perwakilan yang terbesar di dunia memicu aksi protes dari sejumlah pihak.

China berencana untuk memindahkan kantor kedutaannya dari West End yang mewah ke wilayah timur yang kurang mewah. Misi baru itu akan dibangun di bekas Royal Mint Court.

Nantinya, gedung yang dibangun di dekat Sungai Thames, pinggiran London itu akan menjadi misi diplomatik terbesar di dunia.


Meski butuh waktu bertahun-tahun untuk memindahkan kedutaan, namun dimuat CNN pada Senin (5/10), rencana tersebut telah menghadapi sudah menghadapi tentangan dari beberapa anggota dewan dan penduduk setempat.

Tepat di belakang bekas Royal Mint Court adalah jalan-jalan perumahan di Tower Hamlets, di mana empat dari 10 penduduknya adalah Muslim, proporsi tertinggi daripada di wilayah lain mana pun di Inggris Raya. Beberapa di sana mengatakan kedutaan tidak diterima sampai Beijing menghentikan dugaan penganiayaan terhadap muslim di Xinjiang, China.

China diyakini telah menahan hingga 2 juta orang Uighur dan minoritas muslim lainnya di kamp-kamp di wilayah paling barat Xinjiang. Beijing mengatakan pihaknya memberikan pelatihan kejuruan dan membantu deradikalisasi segmen populasi untuk memerangi dugaan terorisme dan kekerasan Islam di wilayah tersebut.

Namun begitu, laporan tentang pelecehan di kamp, termasuk kerja paksa, sterilisasi paksa terhadap wanita dan kekerasan seksual, terus meningkat.

"Saya sangat bingung mengapa Republik Rakyat China ingin berada di tepi lingkungan yang sangat multietnis, multi-agama. Komunitas Muslim memiliki basis yang besar di sini," ujar penduduk muslim di wilayah setempat bernama Mo Rakib.

"Komunitas muslim sangat terkait satu sama lain, terlepas dari bagian dunia mana kami berasal. Selalu ada perasaan kedekatan dari satu komunitas ke komunitas lainnya berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan bersama. Dan itu tidak berbeda untuk masyarakat Uighur," tambahnya.

Beberapa anggota dewan oposisi lokal mengatakan mereka juga prihatin tentang implikasi dari pemindahan kedutaan dan ingin masalah tersebut diperdebatkan pada pertemuan dewan.

Salah satu anggota, Rabina Khan berusaha untuk mengajukan mosi darurat. Di dalam mosi tersebut, Khan meminta dewan untuk mengirim surat kepada Dutabesar China Liu Xiaoming untuk menyatakan rasa prihatin atas rencana pemindahan kedutaan. Namun, misi tersebut telah ditolak karena masalah waktu.

"Yang kami inginkan adalah mengirim pesan ke China bahwa jika mereka pindah ke sini, mereka perlu menyadari bahwa wilayah kami, dengan semua keragamannya, adalah tempat di mana kami sangat bangga untuk membela HAM," terang Khan.

Di sisi lain, Walikota John Biggs telah menyambut misi China yang dianggapnya sebagai tempat terbuka dan dinamis, tetapi akan membahas masalah tersebut dalam pertemuan pada November.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya