Berita

Pasukan YPG/PKK Kurdi di Suriah/Net

Dunia

Turki Kembali Gelar Operasi "Pembersihan" Kurdi Di Suriah

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 06:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki tengah bersiap untuk melancarkan rencana operasi militer guna "membersihkan" perbatasan timur laut dari milisi YPG/PKK Kurdi.

Rencana tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah acara di provinsi Hatay melalui tautan video pada Sabtu (3/10), seperti dilaporkan Sputnik.

"Ketika kami menghancurkan koridor teroris yang sedang dibangun di sepanjang perbatasan, kami menunjukkan bahwa saudara-saudara Suriah kami tidak sendirian," kata Erdogan.


"Zona teroris yang masih ada di Suriah harus dibersihkan seperti yang dijanjikan, atau kami akan datang dan melakukannya sendiri," tambahnya.

Erdogan menegaskan, langkah apapun yang dapat menyebabkan bencana kemanusiaan baru di Idlib, Suriah tidak dapat diterima oleh Turki.

Turki selama ini telah bekerja sama dengan kelompok oposisi Rusiah untuk melawan militan Kurdi.

Beberapa operasi militer yang telah dilancarkan oleh Turki di antaranya adalah operasi Cabang Zaitun di Afrin dan Perisai Efrat. Yang terbaru, Operasi Mata Air Perdamaian di barat laut Suriah, yang ditunda pada Oktober lalu.

Turki diketahui memandang YPG sebagai organisasi teroris yang terkait dengan pemberontak Kurdi di Turki tenggara. Kampanye militer yang dilakukan Turki di wilayah Suriah sendiri dilakukan awal Oktober tahun lalu setelah Amerika Serikat seolah membuka "pintu" dengan cara menarik pasukannya dari wilayah tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya