Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Kearifan Garis Lurus

SABTU, 03 OKTOBER 2020 | 23:48 WIB

SEJAK mulai menulis tentang berbagai ihwal yang terkesan baru, padahal sebenarnya tidak baru namun terkesan baru sebab belum ada atau banyak yang menulisnya, maka saya sudah terbiasa dicemooh sebagai tua bangka bau tanah mengada-ada akibat kurang kerjaan.

Namun akibat saya nekat terus menerus menulis agar yang nyemooh bosan sendiri maka mencari sasaran cemooh yang lain, ternyata naskah Kelirumologi Garis Lurus (29 September 2020) alih-alih dibanjiri cemooh malah dibanjiri kearifan yang melengkapi naskah yang jauh dari sempurna itu.

Kearifan Sains



Misalnya sahabat sepaham dalan humorologi merangkap mahaguru Kejawen, Darminto Odios Sudarmo, menyampaikan pelengkapan indah secara arsitektural sebagai berikut: Kalau itu bisa dianggap garis lurus maka banyak sekali garis lurus pada cucuran air hujan dari genting di teras rumah.

Khususnya di rumah-rumah kampung. Bukan saja rumah yang beratap gentiong tanpa talang, tapi juga yang beratap blarak dan ijuk.

Pemusik muda berbakat bagus, Yabes Febri menyempurnakan skeptisime tentang garis lurus alamiah dengan komentar bijak: Mungkin air mengucur dari kaleng bila diukur dengan alat ukur kelurusan yang standard bisa jadi juga tidak lurus.

Vice President The Institute for Combinarotic and its Appliances, DR Kiki Ariyanti Sugeng, mengemukakan fakta matematikal bahwa: Di geometri ada garis lurus yang jelas-jelas tidak lurus. Ilustrasi air terjun secara visual juga tampak tidak lurus.  

Sementara sang Begawan Sains Nusantara mantan Ketua AJI, Lukas Sumarso mengingatkan: Betul Pak Jaya, tidak ada garis lurus. Garis antara dua titik A dan B juga sebenarnya garis lengkung.

Garis lurus adalah ilusi mata. Teori Relativitas Umum Einstein menegaskan hal itu. Garis mengikuti ruang (dan waktu) yang melengkung.

Kearifan Spiritual


Dilengkapi wejangan mahaguru patriotisme saya yang mantan Dubes RI di Myanmar, Nurachman Oerip: Tentang garis lurus. Garis sejatinya selalu ada titik awal dan titik akhir. Garis itu sendiri terdiri dari rangkaian titik yang jumlahnya tergantung berapa panjang garis tsb.

Titik awal dan titik akhir kiranya bisa diibaratkan seperti kelahiran dan kematian seorang manusia. Di situ jelas KUASA dan KEHENDAK TUHAN YMK berlaku.

Sedangkan titik-titik yang lain adalah rangkaian ulah manusia ukir nasibnya. Saya paham keraguan awal Pak Jaya bahwa tidak ada garis lurus. Setelah panjenengan lakukan eksperimen. Baru yakin.

Sebenarnya yang Pak Jaya saksikan pada waktu air mengucur dari dalam kaleng itu lurus, itulah Sunatullah. Hukum-Nya. Maka dari itu sifat lurus tersebut perlu jadi pegangan hidup.

Jangan sekali-kali melenceng, bisa tersesat. Ikutlah JalanKu Jalan Kebenaran. Sabda Nabi Isa Almasih as. Tunjukilah kami jalan lurus (ayat 6 SQ Al Faatihah).

Jadi garis lurus adalah Das Sollen pada kehidupan kita, kendati kenyataannya, yakni Das Sein tidak demikian. Disitulah, ternyata Kompas-Nya kita perlukan. Syarat-Nya Eling lan Waspada. Rahayu.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya