Berita

Trump terbang dengan helikopter menuju Rumah Sakit Militer/Net

Dunia

Trump Dipindahkan Ke Rumah Sakit Militer Walter Reed

SABTU, 03 OKTOBER 2020 | 08:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS Donald Trump akhirnya dipindahkan ke pusat medis Walter Reed setelah dia dan Ibu Negara Melania Trump dinyatakan positif Covid-19 dan sempat dikarantina di Gedung Putih, Jumat (2/10).

Lewat sebuah video pendek yang ia unggah di Twitter pribadinya, Trump mengumumkan rencananya untuk pergi ke Walter Reed dan berterima kasih kepada para pendukungnya

Tes positif virus corona dari Trump telah merusak klaimnya yang berulang kali mengatakan bahwa AS sedang membalikkan keadaan dalam penanganan pandemik, jelang satu bulan sebelum pemilihan 3 November.


Sebelumnya Trump mengumumkan pada hari Jumat (2/10) dini hari bahwa dia dan ibu negara telah dites positif Covid-19 dan akan dikarantina di Gedung Putih.

“Malam ini, @FLOTUS dan saya dinyatakan positif COVID-19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan melalui ini BERSAMA-SAMA, ”tulisnya di Twitter.

Tetapi situasinya berubah kemudian pada hari Jumat ketika dia diterbangkan dengan helikopter kepresidenan, Marine One, ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di dekat Bethesda, Maryland, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (3/10).

Trump saat ini berusia 74 tahun dan secara klinis mengalami obesitas, menempatkannya pada risiko komplikasi yang lebih tinggi dari virus tersebut.

Sebelumnya dokter mengatakan presiden dalam keadaan baik dan akan terus menjalankan tugasnya tanpa gangguan.

Namun, itu akan menjadi pertanyaan besar bagaimana Trump bisa melakukan pekerjaan sesuai jadwal dengan kondisinya saat ini, dan terutama ketika  kampanyenya memasuki tahap terakhir.

Kepala surat kabar Guardian's Biro Washington, menyoroti 'cara kampanye' yang harus dilakukan Trump saat dia dinyatakan positif virus corona.

“Tidak jelas persis apa artinya itu bagi seorang presiden Amerika Serikat, terutama untuk presiden yang ini, yang telah menghabiskan waktu berbulan-bulan dengan tidak ingin memakai masker dan tidak ingin menjaga jarak sosial  dengan serius,” kata David Smith kepada France 24.

Apa pun bentuk kampanye Trump dalam beberapa hari ke depan, diagnosis kesehatannya telah merusak upayanya meremehkan pandemik. Trump harus berhati-hati dan tidak boleh lagi mengecilkan virus corona.

Di masa lalu, Trump telah salah memprediksi bahwa virus corona akan menghilang dan bahkan mempertanyakan para ilmuwan yang membantah pernyataannya di depan umum.

Pada debat presiden di Cleveland, Ohio, Trump bahkan mengejek Joe Biden karena maskernya.

"Setiap kali Anda melihatnya, dia punya masker," kata Trump tentang lawannya. "Dia bisa saja berbicara sejauh 200 kaki. Dan dia muncul dengan masker terbesar yang pernah saya lihat," ungkapnya saat itu.

Dengan sejumlah jajak pendapat yang menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika tidak menyetujui penanganan Trump terhadap pandemi, yang telah merenggut lebih dari 207.000 nyawa di Amerika Serikat, diagnosisnya itu kemungkinan hanya akan memicu kritik terhadapnya.

“Ini adalah hari yang ditakuti. Banyak orang telah menduga hal ini akan terjadi terhadapnya (dan akhirnya benar terjadi, Trump positif virus), karena dia terus mengadakan kampanye. Beberapa di antaranya di dalam ruangan. Dia sering menentang pedoman kesehatan masyarakatnya sendiri tentang virus corona," kata Smith.

Hasil tes positif Trump tentu memperumit kemampuannya untuk berkampanye secara efektif melawan Biden, yang saat ini memimpin di sebagian besar jajak pendapat.

"Ini bisa menjadi pukulan yang sangat signifikan bagi kampanye kepresidenan yang sudah berjuang dengan Joe Biden jauh di depan dalam jajak pendapat."

Juga tidak jelas bagaimana tes positif Trump akan memengaruhi pengaturan untuk debat presiden kedua, yang dijadwalkan pada 15 Oktober di Miami, Florida.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya