Berita

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman/Net

Politik

Ketua Bappilu Golkar: Protokol Kesehatan Kunci Sukses Pilkada 2020

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 11:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gerakan kelompok masyarakat yang menginginkan agar pilkada serentak 2020 ditunda masih terus bermunculan. Mereka meminta pilkada ditunda karena pandemi Covid-19 yang masih belum berlalu.

Hanya saja, berdasarkan kesepakatan bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, DPR RI, KPU dan Bawaslu, telah membuat keputusan untuk terus melaksanakan pilkada 2020 sesuai jadwal pada 9 Desember mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman mengatakan, ada banyak pertimbangan mengapa pesta demokrasi ini harus digelar pada saat pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kepastian kepemimpinan pada tahun depan yang dianggap genting.


“Jika pilkada ditunda lagi untuk menunggu pandemi Covid-19 berakhir, kita tidak tahu sampai kapan pandemik itu akan berakhir. Sebagaimana prediksi para epidemolog dari berbagai negara tahun depan belum tentu berakhir,” kata Maman kepada wartawan, Sabtu (26/9).

Maman menyatakan pilkada 2020 tetap bisa berlangsung dengan aman selama pandemi Covid-19.

“Kuncinya adalah kedisiplinan protokol kesehatan. Apalagi sudah ada PKPU revisi yang mengatur tentang bagaimana kampanye dan proses pemilihan nanti dilakukan,” imbuhnya menekankan.

Menurutnya, jumlah penambahan kasus pasien Covid-19 tidak berhubungan langsung dengan pilkada. Buktinya di daerah yang tidak menggelar agenda pilkada, kasus penambahan tetap terjadi.

“Naik atau tidaknya kasus positif Covid-19, itu karena kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Lha DKI saja, tidak ada pilkada, tapi juga terdapat kenaikan pasien Covid-19. Jadi sekali lagi kuncinya adalah protokol kesehatan,” ujarnya.
 
Adapun pada Februari 2021, banyak kepala daerah mulai dari gubernur, bupati atau walikota akan habis masa jabatannya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pilkada untuk memberikan kepastian kepemimpinan di daerah-daerah tersebut.

Perlu diketahui juga, penyelenggaraan Pilkada yang pemungutan suaranya dijadwalkan pada 9 Desember 2020 nanti merupakan jadwal hasil penundaan sebelumnya.

“Jadwal tersebut merupakan jadwal penundaan. Semula pilkada 2020 ini direncanakan akan digelar pencoblosan tanggal 23 September 2020,” demikian Maman.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya