Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

FinCEN Files, Catatan Transaksi Miliaran Dolar "Uang Kotor" Para Penipu Hingga Mafia Yang Bocor

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 15:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dokumen berisi 2.657 halaman yang disebut sebagai FinCEN Files telah menggegerkan dunia. Bagaimana tidak, dokumen tersebut merupakan catatan transaksi "uang kotor" di seluruh dunia yang nilainya mencapai 2 triliun dolar AS atau sekitar Rp 28.000 triliun.

Dalam dokumen yang bocor tersebut ada sekitar 2.100 suspicious activity reports (SAR) atau laporan aktivitas mencurigakan. SARS adalah bukti yang bank kirimkan ke pihak berwenang ketika mereka mencurigai pelanggan yang berbuat kriminal.

Secara hukum, dimuat bank harus tahu siapa klien mereka. Selain itu, mereka juga sebisa mungkin memiliki bukti aktivitas kriminal klien jika ingin berhenti memindahkan uang tunai.


Dimuat BBC pada Senin (21/9), FinCEN Files menunjukkan beberapa bank raksasa mengizinkan aktivitas kriminal dengan memindahkan "uang kotor" ke seluruh dunia.

"FinCEN Files adalah wawasan tentang apa yang bank ketahui mengenai arus besar uang kotor di seluruh dunia," ujar Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).

Pada awalnya, dokumen SAR dibocorkan ke situs Buzzfeed dan dibagikan ke ICIJ yang selama ini juga menangani Panama Papers dan Paradise Papers.

Disebut FinCEN karena dokumen itu ternyata sudah diserahkan ke Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS atau FinCEN. Di mana dokumen yang bocor itu hanya sebagian kecil transaksi antara tahun 2000 hingga 2017.

Di dalam dokumen tersebut juga muncul bocoran bahwa HSBC telah mengizinkan penipu untuk memindahkan jutaan dolar "uang kotor" di seluruh dunia, bahkan setelah mereka mengetahui kejahatan tersebut.

Deutsche Bank juga disebut memindahkan uang hasil pencucian bagi kelompok teroris hingga pengedar narkoba.

FinCEN Files juga menyebut, JP Morgan membantu seorang bos mafia Rusia, Semion Mogilevich, untuk memindahkan uangnya sebesar 1 miliar dolar AS tanpa diketahui siapa pemiliknya.

Mogilevich sendiri masuk dalam daftar 10 orang yang paling dicari oleh FBI.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya