Berita

Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim/RMOL

Nusantara

Chappy Hakim: Insan Perhubungan Berada Dalam Garda Depan Melawan Tantangan Covid-19

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 | 15:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai sebuah negara strategis yang berada tidak hanya di antara dua benua dan dua samudra, Indonesia juga terletak rapi di garis ekuator khatulistiwa.

Kondisi geografis Indonesia yang disebut-sebut sebagai the most broken up nation that spreading out along the equator line dan memiliki banyak pegunungan membuat sistem perhubungan menjadi urat nadi bagi Nusantara.

Dengan keistimewaan tersebut, Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim mengatakan, Indonesia harus berbangga diri dan tetap optimis di tengah tantangan global akibat pandemi Covid-19.


Berbicara dalam ceramah virtual menjelang peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang digelar oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub) pada Rabu (16/9), Chappy memberikan motivasi pada insan perhubungan di tengah pandemi.

"Saat ini dunia tengah menghadapi tantangan global, tidak terkecuali negeri kita tercinta, Indonesia. Begitu masifnya badai Covid ini telah memunculkan rasa parno dan pesimistis dalam segenap lapisan masyarakat," paparnya.

Kondisi pandemi tersebut juga memicu dilematis. Pasalnya, ia katakan, protokol kesehatan yang diberlakukan ternyata memicu permasalahan baru terkait ekonomi.

Meski begitu, Chappy mengatakan, insan perhubungan Indonesia tidak boleh lengah. Sebagai sebuah negara yang telah berkali-kali mendapatkan tantangan dalam dunia perhubungan, Indonesia berhasil bangkit.

Dulu, KSAU periode 2002-2005 itu mengatakan, Indonesia pernah dimasukkan ke dalam kelompok negara kategori II oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) terkait standar keamanan internasional.

Selain itu, Indonesia juga mendapatkan sanksi larangan terbang dari Uni Eropa.

"Akan tetapi kita berjuang keras, tidak kurang dari 10 tahun akhirnya kita berhasil mengangkat marwah Indonesia," ujar Kepala Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) itu.

"Indonesia menunjukkan diri sebagai negara yang patut berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia," imbuhnya.

Dengan perjuangan insan perhubungan, Chappy menambahkan, Indonesia berhasil masuk kembali dalam kelompok kategori I.

"Penilaian akhir ICAO menunjukkan Indonesia sebagai bangsa tidak hanya comply dengan international safety standard, tapi telah mencapai penilaian yang dikategorikan above global avarage," paparnya.

Melihat tantangan-tantangan yang pernah dihadapi oleh Indonesia selama ini, ia percaya insan perhubungan tanah air dapat bangkit dan tetap produktif di tengah situasi pandemi.

"Kita dapat mempelopori menggelar ulang pasar udara domestik, menggelar ulang pariwisata domestik," imbuhnya.

"Kementerian Perhubungan berada dalam garda depan berjang melawan tantangan global menuju dunia baru," tandas Chappy.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya