Berita

Connie Rahakundini Bakrie/Net

Politik

Wacana Polri Berdayakan Preman Awasi Pengunjung Pasar, Pengamat: Kenapa Bukan Menwa Saja?

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 03:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono melontarkan rencana memberdayakan preman pasar untuk membantu pengawasan protokol kesehatan terhadap pengunjung pasar.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat pertahanan dan keamanan Connie Rahakundini Bakrie berpandangan, dibandingkan preman lebih baik berdayakan resimen mahasiswa (Menwa) yang sudah terbukti disiplin dan terorganisir.

"Menwa menjadi jawaban lebih tepat daripada berdayakan preman pasar sebagai pengawas protokol kesehatan," ungkap Connie lewat keterangan yang diterima redaksi, Minggu (13/9).


Selain itu Connie juga mengungkapkan, setidaknya ada empat alasan utama kenapa lebih baik Menwa diberdayakan ketimbang preman.

Pertama, karena Menwa sudah terbentuk sadar dan hormat pada negara serta membela negara. Kedua, Menwa merupakan potensi Komcad (komponen cadangan) yang terbukti puluhan tahun loyal, terstruktur dan solid.

Selain itu, Menwa sudah pasti menggunakan akal sehat dalam bertugas karena berstatus mahasiswa dan sarjana. Terakhir, Menwa memiliki potensi, disiplin serta daya juang terbukti tinggi.

"Kehadiran Menwa strategis karena terbiasa mendidik kader menjadi insan bela negara serta calon-calon pemimpin masa depan," demikian Connie.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya