Berita

Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) menggelar deklarasi di Bundaran Tugu Adipura Kota Bandarlampung/Net

Nusantara

Giliran Deklarasi Lampung, KAMI Ajak Kembali Pada Tujuan Bernegara

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 | 21:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) menggelar deklarasi di Bundaran Tugu Adipura Kota Bandarlampung, Lampung, Minggu (13/9).

Sebelumnya, KAMI juga sudah menggelar deklarasi di berbagai kota di Indonesia beberapa waktu lalu diantaranya di Jakarta, Bandung, Aceh, Medan, dan Riau.

Koordinator KAMI Pusat Husnul Jamil dalam deklarasi di tanah sai bumi ruwa jurai tersebut mengatakan, tujuan pihaknya menggelar kegiatan deklarasi KAMI mengingat kondisi terkini bangsa Indonesia yang sedang diterpa bencana Covid-19 agar semua pihak bersatu demi kekokohan tanah air tercinta.


"KAMI mengajak seluruh komponen elit bangsa harus mengubah pesimisme menjadi optimisme. Mari kita jadikan masalah sebagai sebuah peluang untuk bergerak bersama menuju Indonesia maju, apalagi di tengah bencana pandemik Covid-19," ujar Husnul dalam keterangannya.

"Kita sangat berharap semua stekholeder bangsa bahu-membahu dalam mendukung pemerintah sebagai pelaksana kebijakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke," jelasnya.

Sebagai generasi muda terutama komponen aktivis mahasiswa di Lampung yang akan menjadi calon pemimpin di masa mendatang, kata Husnul, sudah seharusnya pemuda bertindak.

Pemuda dan mahasiswa tidak boleh diam ketika dalam situasi seperti saat ini wajib bersuara dengan tekad bhinneka tunggal Ika agar tidak terjadinya perpecahan antar sesama anak bangsa.

"Kita mengajak untuk seluruh komponen bangsa agar kembali kepada tujuan bernegara, yaitu membentuk pemerintahan negara Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," katanya.

Sambungnya, KAMI menyatakan sikap yang diantaranya, KAMI mendukung pemerintah pusat dan daerah untuk fokus pada penanganan Covid-19.

KAMI mengutuk keras kepada kelompok-kelompok yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia. KAMI mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan kemandirian ekonomi yang berbasis kerakyatan.

Selanjutnya, KAMI menyatakan bahwa Indonesia saat ini masih dalam keadaan baik-baik saja dan kami mendukung pemerintah untuk memperkuat pancasila sebagai dasar ideologi bangsa.

Tak hanya itu, KAMI juga mengutuk keras bagi oknum-oknum yang berupa untuk memecah belah bangsa ditengah situasi Covid-19 saat ini.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya