Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sat menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel/Net

Nusantara

Ganjar Pranowo: Di Tengah Pandemik Pengusaha Dan Buruh Serta Pemerintah Harus Happy, Bagaimana Caranya?

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan rasa suka citanya atas kunjungan Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Jumat  (11/9) kemarin pagi.

Menurutnya, kunjungan itu sangat penting diketahui oleh masyarakat di wilayah pemerintahannya karena menyangkut banyak hal seperti UKM, tenaga kerja, dan investasi. Kunjungan itu juga untuk melihat langsung suasana masyarakat ketika pemerintah pusat dan DPR akan membahas undang-undang omnibus law.

“Beliau mau lihat langsung kira-kira UKM itu ada di mana. Apakah bisa masuk dalam sistem undang-undang ini dan menguntungkan. Mana yang musti diproteksi, mana yang boleh dibuka, dan mana yang boleh setengah buka saja," kata orang nomor satu di Jawa Tengah itu, seperti ditertulis pada laman resmi Pemprov Jateng, Jumat.


“Kami juga bicara soal tenaga kerja, suplainya, bagaimana kira-kira menegosiasikan sistem upah yang semua bisa happy. Pengusaha happy, buruh happy, dan pemerintah happy,” ungkap Ganjar.

Namun, mengupayakan agar semua happy di tengah pandemik ini tentu saja tidak mudah, lanjut Ganjar. Masa pandemi ini menjadi satu momentum yang tepat untuk melakukan restorasi. Memperbaiki semua, menggenjot, dan menyiapkan diri agar nanti bisa terus dinaikkan.

Ganjar berharap kunjungan dari Rachmat Gobel dengan melihat para pengrajin di daerahnya, khususnya sektor handycraft, mebel, tekstil, batik, dan juga sektor kuliner itu, kemudian mendapatkan tempat di dalam omnibus law.

“Nanti kita tampilkan pada saat kita mesti berkompetisi setelah ditemukannya vaksin. Begitu vaksin ditemukan maka semua negara larinya pasti akan lebih kencang. Maka kita mesti menyiapkan,” kata Ganjar.

Menurut Rachmat Gobel pada masa pandemik Covid-19 banyak hal yang bisa menjadikan kegiatan industri menurun. Di samping itu, pemerintah juga sedang mendorong dan menggodok Undang-undang tentang Tenaga Kerja atau omnibus law.

“Nah bagaimana itu (undang-undang) bisa mendukung industri kecil menengah. Untuk itu kami mengunjungi agar bisa mendapat masukan dan nanti bisa didiskusikan dengan pemerintah pusat,” katanya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya