Berita

Kapal pemboran Turki di Mediterania timur/Net

Dunia

Uni Eropa Beri Sinyal Ke Turki: Lanjutkan Dialog Sampai Batas Bulan Ini Atau Berisiko Kena Sanksi

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 13:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa akan menyusun daftar sanksi baru terhadap Turki pada akhir September ini, kecuali Ankara datang ke meja perundingan untuk menyelesaikan sengketa teritorial dengan Yunani dan Siprus. Demikian yang disampaikan negara-negara Mediterania UE pada Kamis (10/9).

Ketegangan berkobar setelah negara tersebut mengirimkan kapal survei untuk memetakan pengeboran minyak dan gas di wilayah yang juga diklaim oleh Yunani sebagai anggota Uni Eropa.

Berdasarkan hasil KTT di Corsica, Prancis, tujuh negara anggota UE dengan garis pantai Mediterania mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali 'dukungan penuh dan solidaritas mereka dengan Siprus dan Yunani dalam menghadapi perambahan berulang-ulang terhadap kedaulatan mereka, serta konfrontasi Turki.


“Kami mempertahankan bahwa dengan tidak adanya kemajuan dalam keterlibatan Turki ke dalam dialog dan kecuali jika itu mengakhiri kegiatan sepihaknya, UE siap untuk mengembangkan daftar langkah-langkah pembatasan lebih lanjut yang dapat dibahas di Dewan Eropa pada 24-25 September," tegas UE, seperti yang dilaporkan Reuters, Jumat (11/9).

Posisi tujuh negara UE tidak selalu mencerminkan sikap seluruh blok.

Proposal Siprus pada bulan Juni untuk memberlakukan sanksi UE pada lebih banyak perusahaan dan individu Turki belum disetujui karena banyak negara UE, termasuk Jerman, ingin meredakan kebuntuan Turki melalui dialog.

Berbicara pada konferensi pers di akhir KTT Corsica, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan Ankara masih memiliki waktu untuk mengakhiri kegiatan eksplorasi di zona maritim non-batas sebelum KTT Uni Eropa akhir bulan ini.

"Kami akan menghindari upaya Turki untuk membagi Eropa," katanya, menambahkan bahwa Yunani telah memenuhi kewajibannya dalam melindungi perbatasan UE dan mengharapkan solidaritas sebagai balasannya.

Sebelumnya pada hari Selasa, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan masalahnya bukan pada orang-orang Turki, yang sangat dia hormati, tetapi dengan pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan.

Sebagai tanggapan, Omer Celik, juru bicara Partai AK yang berkuasa di Erdogan, menulis di Twitter bahwa Macron menyebarkan permainan 'penjajah' dengan mencoba membuat perpecahan antara Erdogan dan rakyat Turki.

"Negara tempat Anda menggunakan bahasa yang mengancam adalah Turki. Turki akan memberi Anda tanggapan yang paling tepat. Tuan Macron, jangan membuat kami bingung dengan negara-negara kesukuan yang dapat Anda tipu dengan mudah. ​​Tidak ada yang memiliki kekuatan untuk memisahkan presiden terpilih negara ini dan rakyatnya," tulis Celik, seperti dikutip dari US News.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya