Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Bagaimana Jika PSBB Total Anies Baswedan Tidak Dipatuhi Publik?

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 09:25 WIB | OLEH: DENNY JA

BAGAIMANA jika seruan PSBB Total di DKI Jakarta, yang dimulai tanggal 14 September 2020 tidak dipatuhi publik? Karena desakan ekonomi, publik tetap bekerja mencari nafkah. Hidup semakin sulit.

Katakanlah kebijakan PSBB total itu akan dikawal ketat. Yang tak mematuhi akan dihukum. Bagaimana jika publik melawan. Desakan ekonomi membuat mereka tak gentar?

Bagaimana jika dihukum, ini justru akan memulai tahap baru kemarahan publik? Krisis kesehatan, melalui krisis ekonomi, mudah memicu krisis politik?


Bagaimana jika kebijakan PSBB total berujung pada kerusuhan di Jakarta? Lalu meluas ke banyak bagian Indonesia?

Apalagi para menteri Jokowi mengkritik kebijakan Anies tersebut. Mulai dari komando tertinggi ekonomi dan penanganan Covid-19 pusat: Airlangga Hartarto secara gamblang menyatakan keberatannya.

Tak hanya Menko Ekonomi, juga Menteri Perdagangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Wakil Menteri Luar Negri secara terbuka menyampaikan kritik.

Suasana psikologis publik masa kini, 7 bulan setelah pandemik, berbeda dengan masa awal. Berbagai riset, dalam dan luar negeri, menyatakan lebih banyak yang takut dengan kondisi ekonomi ketimbang Covid-19.

PSBB total pasti kembali membuat ekonomi semakin terpuruk. Ekonomi yang mulai menggeliat bangkit, yang dengan susah payah dibangun, bisa ambruk lagi.

Tapi bagaimana dengan corona virus yang terus menular? Bukankah ini juga berbahaya?

Di sinilah peran leadership. Yaitu bagaimana mencari keseimbangan isu kesehatan versus isu kesulitan ekonomi.

PSBB total itu satu pilihan. Tapi PSBB sektoral, yang lebih selektif, juga pilihan lain.

Siapapun yang di posisi Gubernur Anies Baswedan akan kesulitan memilih.

Siapapun yang di posisi Presiden RI juga akan kesulitan merespons pilihan gubernur.

Akankah presiden melalui prosedurnya membatalkan PSBB Total DKI yang dimulai 14 September 2020?

Tujuh bulan setelah pandemik, Corona Virus tak hanya menjadi masalah kesehatan. Ia juga sudah menjadi masalah ekonomi. Juga masalah pertarungan politik.

Denny JA

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

UPDATE

Penculikan Maduro dan Perang Gaya Baru

Senin, 05 Januari 2026 | 01:46

Program MBG Topang Tujuan Pendidikan, Bukan Pelanggaran HAM

Senin, 05 Januari 2026 | 01:27

Prajurit TNI Berprestasi

Senin, 05 Januari 2026 | 01:09

Penangkapan Maduro, Geopolitik, dan Risiko Minyak Global

Senin, 05 Januari 2026 | 00:49

GREAT Institute: Pemimpin Dunia Harus Kecam Aksi Koboi Trump

Senin, 05 Januari 2026 | 00:26

Program MBG Harus Dilihat sebagai Investasi Pendidikan Jangka Panjang

Senin, 05 Januari 2026 | 00:01

Operasional Pelabuhan Ciwandan Normal Pasca Banjir

Minggu, 04 Januari 2026 | 23:46

Restorative Justice dan Paradigma Transformatif Sistem Hukum Pidana

Minggu, 04 Januari 2026 | 23:40

Narasi Anggaran MBG Ganggu Pendidikan Nasional Menyesatkan Publik

Minggu, 04 Januari 2026 | 23:20

Lima Kasus Super Flu Terdeteksi di Palembang

Minggu, 04 Januari 2026 | 22:54

Selengkapnya