Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Kanselir Jerman, Angela Merkel/Net

Dunia

Survei: Orang Jerman Lebih Takut Pada Kebijakan Trump Daripada Virus Corona

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2020 | 07:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ada hal lain yang membuat orang-orang Jerman lebih takut dari virus corona baru. Hal tersebut adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Sebuah survei yang dilakukan oleh R+V Insurance Group menyebut, orang Jerman lebih takut dengan kebijakan Trump daripada virus corona yang sudah meluluhlantahkan dunia.

Survei tahunan itu bertajuk "Fears of German" dan sudah dilakukan sejak 1992. Tahun ini, survei dilakukan pada Juni dan Juli dengan 2.400 responden namun baru dirilis pada Kamis (10/9).


Dimuat Reuters, hasil survei menunjukkan, sebanyak 53 persen dari responden mengaku takut kebijakan Trump dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya. Dengan angka tersebut, takut dengan kebijakan Trump berada pada posisi pertama.

Setelah itu, posisi kedua adalah ketakutan akan meningkatnya biaya hidup, situasi ekonomi yang tidak pasti, dan biaya pajak utang Uni Eropa.

Virus corona sendiri menempati posisi ke-17 dan hanya sepertiga dari responden yang merasa khawatir jika mereka atau seseorang yang mereka kenal baik akan tertular Covid-19.

Jerman sendiri telah mempertahankan jumlah kasus Covid-19 dan kematian relatif rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangganya di Eropa, tetapi infeksi baru meningkat lagi.

Survei tersebut tidak memberikan rincian tentang aspek mana dari kebijakan Trump yang membuat khawatir orang Jerman.

Namun R+V mengutip ilmuwan politik dari Universitas Ruprecht-Karls di Heidelberg, Manfred Schmidt mengatakan, kebijakan luar negeri Trump yang menjadi masalah.

“Yang paling menonjol adalah konflik seperti perang dagang dengan China dan serangan kebijakan perdagangan dan keamanan terhadap sekutu, termasuk Jerman," ujarnya merujuk pada keputusan Trump untuk menarik pasukan AS dari Jerman.

"Selain itu, penarikan Amerika Serikat dari kerja sama internasional dan konfrontasi dengan Iran," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya